Nasional

Tak di Bandung, 21 September Ratna Sarumpaet Ada di RS Kecantikan

Jajaran Kepolisian gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya memberikan keterangan pers soal kebenaran kasus pengeroyokan yang dialami Ratna Sarumpaet, Rabu (3/10). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

*Bela Ratna Sarumpaet, Dahnil Sebut Keterangan Polisi Janggal

JAKARTA – Kabar penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet terjadi di Bandara Husein Bandung pada 21 September viral di media sosial. Pihak kepolisian bergegas melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Hasilnya, jajaran kepolisian medapat informasi bahwa pada tanggal tersebut, Ratna Surampeat justru sedang berada di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Dirkrimum Polda Metro Kombes Nico Afinta menyampaikan, berdasarkan hasil penelusuran yang bersangkutan sudah ada di rumah sakit sejak tanggal 21 hingga 24 September. Diketahui rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit kecantikan dan tidak terdapat ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Sekitar jam 5 sore, beliau ada di rumah sakit kawasan Menteng. Kami sudah bertemu pihak rumah sakit dan melakukan pengecekan. Bahkan, Ibu Ratna Sarumpaet sudah mendaftar di rumah sakit dari tanggal 20. Artinya, ini sudah direncanakan,” katanya saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (3/10).

Nico menegaskan, ada perbedaan informasi melalui pemberitaan di media sosial dengan fakta penyelidikan. Ratna Sarumpaet diketahui berada di rumah sakit sekitar pukul 17.00 WIB sesuai buku pendaftaran.

Fakta tersebut pun diperkuat dengan bukti rekam CCTV keberadaan Ratna Sarumpaet saat membayar biaya pendaftaran tanggal 21 September. Kendati demikian, polisi tetap melakukan pendalaman terkait kabar pengeroyokan yang menimpa Ratna Sarumpaet.

“Terkait pemberitaan yang beredar soal pengeroyokan Ratna Sarumpaet, ini harus dihentikan. Sampai polisi bisa mengungkap terang kasus ini,” ujarnya.

Dahnil Sebut Keterangan Polisi Janggal

Menanggapi hal itu, Dahnil Anzar Simanjuntak selaku Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga menuturkan ada yang janggal dari keterangan yang diungkapkan kepolisian. Pasalnya, institusi polisi sama sekali tidak meminta keterangan dari Ratna.

“Kami justru sebenarnya merasa janggal ya. Kenapa janggal? Justru polisi seperti PR, public relation yang kemudian bukan justru mendatangi Mbak Ratna mencari informasi yang secukupnya terkait dengan pengakuan Mbak Ratna, tapi justru kemudian membuat narasi-narasi yang lain,” kata Dahnil kepada wartawan, Rabu (3/10).

Karena itu, Dahnil menambahkan, sikap yang diambil oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi masih berprasangka baik terhadap kesaksian dari Ratna. Dia pun masih meyakini bahwa mantan aktivis 98 itu masih bersikap jujur.

“Kami tentu berprasangka baik terhadap beliau. Ditambah lagi beliau kan memang menyatakan sangat ketakutan dan traumatik, sehingga tidak mau melapor,” ungkapnya.

Atas dasar itu semua, Dahnil tengah melakukan rencana untuk tetap mengadukan persoalan ini kepada Kapolri. Dia bilang, saat ini tengah mengatur waktu terlebih dahulu.

“Kadi kalau memang nanti Pak Prabowo atau Pak Amien berencana ingin menemui kapolri hari ini, saya rencananya akan ke Mabes Polri untuk mengatur itu. Tapi saya belum pastikan dulu,” pungkasnya. (jawapos)

Facebook Comments