Radar Kendal

Diduga Gara-gara Permen Ini, Belasan Siswa SD 01 Ngadiwarno Keracunan

Siswa Keracunan

DIRAWAT – Kapolsek Sukorejo, AKP Haryo Deko Dewo, melihat kondisi enam dari belasan siswa yang diduga alami keracunan cukup parah akibat konsumsi permen jeli bentuk stik yang dirawat di Puskesmas.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Belasan siswa SDN 01 Ngadiwarno, Kecamatan Sukorejo, diduga mengalami keracunan, Selasa (2/10), setelah mengkonsumsi permen jeli berbentuk stik yang dibelinya dari pedagang makanan yang berjualan di lingkungan sekolahan. Sebagian besar korban adalah kelas tiga, mereka mengalami pusing mual dan lemas. Enam di antaranya bahkan terpaksa dibawa ke Puskesmas lantaran mengalami keracunan cukup parah.

Kepala SDN 01 Ngadiwarno, Siti Rokhmi, membenarkan insiden tersebut. Keracunan itu terjadi setelah belasan siswanya membeli permen jeli stik saat jam istirahat pukul 09.30 WIB. Saat kejadian, dirinya sedang rapat dengan SD lainnya. Kemudian mendapat kabar belasan siswanya keracunan karena mengkonsumsi permen jeli berbentuk stik.

“Dapat kabar itu, saya langsung ke Puskesmas. Akan tetapi sudah dibawa pulang oleh orangtua siswa karena sudah cukup membaik. Yang keracunan ada 14 siswa. Namun yang cukup parah ada enam siswa. Mereka adalah, Khoiril Anwar (11), Fajar Afandi (8), Riyanti (9), Tutik Setiyana (9), dan Alfin Saputra (8) dan Arina Ilman Nafiah (8),” katanya.

Dijelaskan Siti, belasan siswanya itu membeli permen jeli berbentuk stik karena tertarik dengan warna dan bau dari permen tersebut. Selain itu, bentuknya yang unik juga menarik perhatian muridnya. Padahal, pihak sekolah sudah sering mengingatkan siswanya agar tidak membeli jajan sembarangan.

Siti juga menyampaikan penjual permen itu bukanlah pedagang yang berjualan di kantin yang di kelola pihak sekolah. Pedagang tersebut diketahui baru pertama kali menjual permen tersebut. “Saya pastikan, kantin di sekolah tidak menjual produk yang berbahaya bagi para murid,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukorejo, AKP Haryo Deko Dewo, menyatakan telah menerima laporan, mencatat identitas korban, saksi, dan kronologis kejadian, berkoordinasi dengan Puskesmas Sukorejo 01 dan Puskesmas Sukorejo 02, dan mendatangi TKP, serta melaporkan kepada pimpinan. Peristriwa dugaan keracunan permen jeli itu terjadi sekitar jam 09.00, bertempat di SDN 01 Ngadiwarno.

“Dari belasan siswa yang mengkonsumsi permen jeli berbentuk stik itu, enam di antaranya cukup parah. Mereka adalah Khoiril Anwar (11), Alvin Saputra (8), Fajar Afandi (8), Riyanti (9), Tutik Setiyana (9), danj Arina Ilman Nafiah (8). Semuanya warga Dusun Ngadiwongso Desa Ngadiwarno. Korban tersebut dirujuk ke Puskesmas Sukorejo 01,” katanya.

Petugas Puskesmas Sukorejo 02 memeriksa 14 siswa yang diduga keracunan, sedangkan enam siswa di antaranya dirujuk ke Puskesmas Sukorejo 01 untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif karena mengalami muntah-muntah, mual dan pusing. “Kondisi saat ini msh dalam penangganan dan pantauan oleh pihak Puskesmas 01 Sukorejo. Selanjutnya Petugas Puskesmas Sukorejo 01 dan 02 berkoordinasi dengan petugas Polsek Sukorejo guna penanganan dan pengusutan lebih lanjut,” terang Kapolsek.

Atas kasus itu, Polres Kendal juga berupaya melakukan penyelidikan terhadap penjual maupun suplier makanan permen jeli stik yang diduga menyebabkan gangguan kesehatan pada anak-anak. Jika nantinya ada indikasi makanan mengandung bahan zat berbahaya, kepolisian akan melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku. Terutama bagi pembuat dan pengedar makanan berbahaya tersebut. “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk hati-hati agar tidak mengkonsumsi makanan yang berbahaya bagi kesehatan,” tandas Haryo Deko Dewo.

Sementara itu, dr Dhina Khameswari, Kabid Pengawasan obat dan makanan pada Dinas Kesehatan Kendal mengatakan, jika makanan berupa permen jelly stik tersebut masih terdaftar resmi di BPOM. Jika terjadi keracunan ada kemungkinan saat produksi jumlah besar menggunakan bahan berkualitas rendah.

“Tapi jika memang nanti terbukti ada tambahan bahan zat berbahaya, maka pihak BPOM akan menarik barang tersebut dari peredaran. Yang jelas, sisa makanan itu akan kami bawa ke laboratorium untuk dilakukan pengecekan ulang,” katanya. (nur)

Facebook Comments