Nasional

Ini Daftar Toko Ritel Yang Jadi Korban Penjarahan Pasca Gempa Palu

Warga mengambil bahan makan di gerai-gerai minimarket di Palu, Sulawesi Tengah. (Haritsah Almudatsir/Fajar/JawaPos.com)

*Tak Tolerir Aksi Penjarahan di Palu, 45 Pelaku Tetap Diproses Hukum

JAKARTA – Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengaku penjarahan toko-toko ritel di wilayah Palu dan sekitarnya masih terjadi hingga hari ini. Dari beberapa toko ritel yang melapor, tercatat ada 18 brand yang sudah melaporkan kerugiannya. Budi menegaskan rata-rata toko ritel yang dijarah itu sudah habis barang-barangnya.

“(Penjarahan) masih. Tapi sudah ada aparat yang tampak. Tapi rata-rata dari kemarin sudah habis barang-barang di toko,” kata Budihardjo seperti dikutip dari laman Jawapos.com, Selasa (2/10).

Ia mengatakan anggotanya di seluruh Indonesia ada 400 brand dan belum semuanya melaporkan jumlah kerugian yang ditaksir pasca gempa yang terjadi di Palu dan Donggala beberapa waktu lalu.

“Anggota kami 400-an brand, yang belum lapor ada banyak seperti bioskop, salon, Breadtalk, JCo dan Funworld,” terangnya.

Ia pun sangat menyayangkan pun sangat menyayangkan terjadinya penjarahan di pusat perbelanjaan, yang dialami oleh sebagian anggotanya. Budihardjo berharap aparat bisa segera menertibkan oknum tersebut serta mengirim tim untuk melakukan perbaikan toko-toko juga mendata karyawan disana.

Berikut adalah daftar brand yang menjadi korban penjarahan pasca gempa yang terjadi di Palu dan sekitarnya:

Sport Station 2 toko
Jrep
Avenue
The Executive
Snoopy Baby and Curly
Poshboy
Missisippi
Celcius
Optik Melawai
The Body Shop
Erafone Megastore Palu Grand Mall
Naughty Acc
Hammer
Buccheri
Ramayana
Alfamidi
Alfamart
Hypermart

45 Pelaku Tetap Diproses Hukum

Disisi lain, Polisi tidak mentolerir warga Palu yang mengambil barang selain makanan dan minuman di toko atau swalayan. Total 45 orang telah ditetapkan sebagai tersangka penjarahan.

Meskipun para pelaku merupakan warga Palu, yang juga sedang tertimpa bencana gempa dan stunami. Pasalnya mereka mengambil barang-barang elektronik, bukan bahan makanan yang diperlukan saat itu.

“Mereka bukan dari luar Palu karena nggak bisa masuk. Kondisi transportasi, terputus sekarang saja baru bisa,” ujar Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/10).

Dia mengatakan mereka akan diproses secara hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka melakukan penjarahan berbagai alat elekronik di lima lokasi yang berbeda. Tak tanggung-tanggung penjarahan dilakukan oleh 45 orang.

“Seperti biasa. Kalau orang mencuri, tangkap, periksa, bukti-buktinya ada ya kami limpahkan ke pengadilan. Ada pemberatan pada saat bencana,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menambahkan, bahwa 45 tersangka diamankan ke Mapolda Sulawesi Tengah. Proses hukum terhadap warga yang menjarah barang bernilai komersil itu pun tidak menunggu waktu penanganan bencana tuntas. “Nggak dong, lanjut terus,” tegasnya.

Sebelumnya, polisi menangkap 45 warga Palu yang mencoba lakukan penjarahan. Mereka juga sudah dijadikan tersangka lantaran barang yang mereka ambil di luar dari bahan makanan dan minuman.

Mereka ditangkap dari lima tempat yang berbeda. Diantaranya, 28 orang ditangkap di Mall Tatura, 7 orang di ATM Center, 1 orang di Gedung Adira, 7 orang di Anjungan Nusantara, dan 2 orang mencuri BBM di Grand
Mall.

Dari kelima tempat tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa sound sistem, LCD, printer, salon, amplifier, mesin ATM BNI, linggis, betel, obeng, sepeda motor, ac, kunci T, kunci inggris, palu, slang, botol, kompresor ac, dispenser, microphone, 1 karung sandal, 1 karung sepatu, 1 dos pakaian dan celana. (jawapos)

 

 

 

Facebook Comments