Radar Kajen

Magrib, Matikan Televisi

BUPATI Pekalongan KH Asip Khobihi

BUPATI Pekalongan KH Asip Khobihi

BUPATI Pekalongan KH Asip Khobihi meminta kepada masyarakat Kota Santri agar usai magrib selalu mematikan televisi dan mengajak anak anak untuk belajar mengaji.

“Saya minta setiap masyarakat Kabupaten Pekalongan setiap badal magrib hingga isya untuk kembali lagi kepada tradisi lama yang baik yaitu mengaji atau nderes Al Quran. Setelah itu orang tua juga untuk mengajak anak belajar dan tolong sementara waktu televisi untuk dimatikan,” pintanya saat Khoul Mbah Surodipo di Desa Jagung, Kesesi.

Menurutnya, program tersebut juga telah didukung oleh para habaib dan kyai antara lain Maulana Habib Baqir Ahmad, Maulana Habib Thohir, Maulana Habib Luthfi, Romo KH Taufik.

Karena apabila ini berjalan maka seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa melaksanakan program ngaji badal maghrib hingga isya.

Hal itu untuk mempertahankan nilai -nilai akidah ahli sunnah sangat serius. Sebagai bukti, Pemkab Pekalongan saat telah menyerukan dan memerintahkan kepada setiap kepala sekolah SD Negeri dan SMP Negeri di Kabupaten Pekalongan untuk mewajibkan anak-anak didiknya agar diberikan tambahan pelajaran yaitu kitab risallah awal.

Melalui program tersebut diharapkan agar hasilnya nanti anak-anak di SD Negeri maupun di SMP Negeri tidak kalah dengan anak-anak yang bersekolah di Madrasah. Ini merupakan bentuk Pemerintah mengawal paham ahli sunah wal jamaah. Pemerintah dengan agama harus bekerjasama bagaikan sekeping mata uang karena Pemerintah dengan agama bagaikan saudara kembar. (yon)

Penulis: Triyono | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments