Radar Batang

Masyarakat Diminta Ikut Awasi Potensi Kecurangan Pemilu

Masyarakat Diminta Ikut Awasi Potensi Kecurangan Pemilu

DEKLARASI – Perwakilan Parpol Kabupaten Batang saat mendeklarasikan diri untuk melakukan Pemilu Bersih dan Bermartabat bersama Bawaslu Batang di Hotel Dewi Ratih, Senin (1/10).
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Bawaslu Batang mkenggelar Deklarasi Pemilu Bersih dan Bermartabat, Senin (1/10), di Hotel Dewi Ratih. Mereka meminta masyarakat ikut berperan aktif dalam mengawasi tahapan pemilu, termasuk terhadap potensi kecurangan yang terjadi.

Deklarasi diikuti KPU Batang, perwakilan Parpol, dan juga instansi dan dinas terkait. Tak sekadar deklarasi, tapi dalam kesempatan itu turut digelar diskusi terkait pelaksanaan Pemilu 2019 yang menghadirkan Ketua Bawaslu Batang, Achmad Soeharto, Ketua KPU Batang, Adi Pranoto, dan Wakil Bupati Batang.

Wakil Bupati Batang, Suyono, berharap masyarakat Batang menjaga integritasnya dalam Pemilu 2019, khususnya terkait politik uang. Baik bagi masyarakat yang diamanahi sebagai penyelenggara dan pengawas Pemilu 2019, dan pemilih. Suyono yakin integritas itu dapat menghasilkan calon pemimpin yang berkualitas yang mampu membangun Indonesia ke depan.

“Pemilu 2019 nanti diprediksi menjadi pesta demokrasi yang besar, karena pertama kalinya dilaksanakan serentak antara Pilpres dan Pileg. Mari kita menentukan pilihan masing-masing, masyarakat juga harus menolak segala bentuk politik uang dalam Pileg dan Pilpres 2019 nanti. Pemimpin yang baik tidak akan pernah terlahir di tangan para pemilih yanh permisif terhadap politik uang,” tuturnya.

Ketua Bawaslu Batang, Achmad Soeharto menerangkan, deklarasi tersebut diharapkan dapat menyatukan kalangan masyarakat untuk mendukung pemilu yang bersih dan mertabat. Ia juga mengajak masyarakat berperan dalam pengawasan Pemilu. Terlebih, masa kampanye untuk Pemilu 2019 ini sudah dimulai dan akan berlangsung hingga 13 April 2019 mendatang.

Bawaslu sudah mulai mengantisipasi terhadap potensi kecurangan yang bisa terjadi di Pemilu mendatang. Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan terkait penyimpangan yang dilakukan selama masa kampanye ini.

“Yang pasti kita akan lebih melakukan pencegahan dan antisipasi terhadap tindakan-tindakan yang disinyalir melanggar aturan. Entah itu aturan secara administrasi maupun tindakan pidana. Kami juga harap masyarakat untuk bersama berperan dalam pengawasan pemilu 2019 ini, agar tidak ada pelanggaran yang dapat merugikan dan mencurangi hasil Pemilu 2019,” ujarnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments