Radar Kajen

Sebulan, 4 Orang Tewas Akibat Kecelakaan

Tewas Kecelakaan

EVAKUASI – Sejumlah petugas dibantu warga sekitar Jambatan Surobayan tengah melakukan evakuasi korban kecelakaan.

KAJEN – Dalam kurung waktu sebulan, September 2018, tercatat ada 19 kasus kecelakaan lalulintas di Jalan Raya Kota Santri. Dari kecelakaan itu, 4 orang meninggal dunia.

Hal itu dibenarkan Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Boby Anugerah Rahman kepada Radar, Senin (1/10). Kata dia, dari 19 kasus kecelakaan di Jalan raya tersebut ada dibeberapa titik rawan. Seperti di Jalur Pantura, jalan Daerah dan adapula jalan provinsi.

“Selama bulan September 2018 terdapat 19 kasus kecelakaan. Adapum korban MD (Meninggal Dunia) empat orang, untuk luka ringan ada 19 korban sedangkan luka berat tidak ada,” terangnya.

Korban MD, lanjut dia, diantaranya melibatkan Dum Truk di Jalan Raya Jembatan Surobayan dan Jalan Raya Bahurekso Kesesi.

Sedangkan terkait peristiwa di Jembatan Surobayan, kini anggota Laka Satlantas Polres Pekalongan terus melakukan pemeriksaan secara intensif sopir Dum Truk, G-1473 -NF, Miftahudin. Adapun barang bukti yang diamankan berupa dua kendaraan yang terlibat yaitu Dum Truk dan sepeda motor milik korban.

“Sampai saat ini (Senin ) untuk pengemudi Dum Truk masih terus dimintai keterangan,” terangnya.

Dengan kejadian tersebut, Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Boby mengaku dalam meminimalisir angka kecelakaan dijalan raya, anggota dari Dikyasa terus melakukan sosialisasi ke sekolah sekolah, baik tingkat SD, SMP atau SMA di Kabupaten Pekalongan. Anggota secara rutin dan terjadual ikut menjadi pembina upacara pada Senin.
Kemudian juga meminta kepada dewan guru agar siswanya yang belum memiliki SIM atau masih dibawah 17 tahun melarang membawa sepeda motor sendiri.

Selanjutnya di setiap even sekolah, anggota juga memberikan pengetahuan agar siswa siswi selaku tertib lalulintas. Anggota dalam sosialisasi selalu menggandeng Patroli Keamanan Sekolah.

“Kita juga mengimbau kapada masyarakat khususnya bagi orang tua yang memiliki anak namun tak memiliki SIM agar tidak diperbolehkan untuk menegendarai sepeda motor. Jangan karena terlalu sayang pada anak dibawah usia kemudian dibelikan sepeda motor, dan lebih baik ketika berangkat sekolah diantar saja sampai tujuan demi keselamatan sang anak. Karena anak anak disaat mengendarai sepeda motor masih labil, sehingga membahayakan. Bagi orang tua yang mengendarai sepeda motor juga janga lupa untuk mengenakan kelengkapan surat surat dan kelengkapan kendaraan. Kemudian bagi warga yang belum memiliki SIM lebih baik jangan mengendarai sepeda motor, karena seorang dinyatakan lihai mengendarai sepeda motor ketika sudah memiliki SIM,” imbaunya.

Seperti diketahui, seorang pelajar SMK Gondang, Wonopringgo, Jayanti, tewas secara mengenaskan terlindas truk yang dikemudikan Miftahudin di Jembatan Pringgodani (dulunya dikenal jembatan Surabayan, red), kemarin sore. Atas kejadian tersebut, polisi mengamankan truk, kendaraan korban, dan sopir truk. (yon)

Facebook Comments