Radar Kendal

Ingat, Hindari Hoax dan Ujaran Kebencian !

Pengawasan Umum Pemilu

LAUNCHING – Bawaslu Kendal melakukan Launching Pengawasan Umum Pemilu 2019 yang Bersih dan Bermartabat di Kabupaten Kendal, Senin (1/10), di Hotel Sae Inn.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kendal melakukan Launching Pengawasan Umum Pemilu 2019 yang Bersih dan Bermartabat di Kabupaten Kendal di Hotel Sae Inn, Senin (1/10). Mengingat tingginya tensi kontestasi di media sosial, Bawaslu juga menghimbau masyarakat untuk menghindari penyebaran hoax dan ujaran kebencian.

Launching dibuka oleh Wakil Bupati Kendal dan diikuti perwakilan seluruh peserta pemilu di Kabupaten Kendal, KPU Kendal dan panwascam. Kemudian Forkopimda, FKUB, Kesbangpol, Satpolkar, Dispendukcapil, Camat, Polsek dan Koramil.

Kegiatan diawali dengan pengucapan dan penandatangan Deklarasi Pemilu Damai oleh perwakilan semua parpol dan diikuti Forkopimda, FKUB, KPU dan Bawaslu. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua FKUB, KH Ubaidillah agar pemilu berjalan dengan aman dan damai.

Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur mengatakan, Pemkab Kendal sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan Deklarasi Pemilu Damai dan berharap Pemilu dapat berjalan aman, damai, dan mencegah adanya pelanggaran. “Deklarasi Pemilu Damai merupakan momen penting untuk terlaksananya pemilu yang aman dan damai di Kabupaten Kendal,” katanya.

Ketua Bawaslu Kendal, Odilia Amy Wardayani mengatakan, kegiatan itu digelar dengan semangat persatuan dan Pancasila untuk mewujudkan pemilu yang bersih dan bermartabat. Kepada semua peserta pemilu agar menegakkan keadilan dan menaati peraturan dengan menolak politik uang, isu SARA, dan tidak menyebar berita hoax.

“Kami berharap kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi melakukan pengawasan jalannya pemilu, sehingga terlaksana pemilu yang bersih, bermartabat dan jujur,” katanya.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Fajar Saka menghimbau masyarakat untuk mewujudkan pemilu yang bersih dan bermartabat, yaitu dengan menolak money politic, berita hoax, SARA, dan kampanye hitam. Kepada masyarakat juga dihimbau agar tidak menyebar berita hoax dan ujaran

kebencian di media sosial, karena bisa dikenai sanksi pidana. Untuk mengantisipasi berita boax di medsos, Bawaslu telah membentuk tim satgas untuk mengawasi berita hoax dan ujaran kebencian di medsos, seperti halnya di Polri yang memiliki cyber crime. “Kami bekerja sama dengan Kominfo untuk menyetop berita hoax dan melaporkan ke polisi untuk penindakan hukumnya,”katanya. (nur)

Facebook Comments