Metro Pekalongan

Catat Ini, Beberapa Negara akan Semarakan Pekan Batik Nusantara 2018

M AINUL ATHO
DIALOG – Walikota Pekalongan HM Saelany Machfud berdialog dengan komunitas pecinta batik dalam acara teras batik di Guest House Walikota, kemarin.

KOTA PEKALONGAN – Tidak hanya beberapa kabupaten dan Kota se-Indonesia yang menyatakan akan ikut Pekan Batik Nusantara 2018. Beberapa negara, juga akan menghadiri acara event tahunan Pemkot Pekalongan tersebut.

Demikian disampaikan Walikota Pekalongan HM Saelany Machfud pada acara Teras Walikota di Guest House Walikota, Sabtu (31/10). “Ada beberapa negara akan hadir, diantaranya Ukraina, Mesir, Peru, Swiss, Bangladesh, Malaysia, China, Armenia dan Bangladesh,” ucapnya.

Pekan Batik tahun ini, tutur Walikota, akan mempromosikan dan mempublikasikan ‘Pesona Batik Peranakan’ kepada masyarakat pecinta dan penggemar batik Indonesia baik dalam maupun luar negeri. “Kegiatan ini, sekalian sebagai ajang promosi dan pemasaran batik bagi daerah-daerah penghasil batik. Kami sebagai tuan rumah siap menyambut kedatangan tamu-tamu mancanegara dan masyarakat pecinta dan penggemar batik Indonesia,” tuturnya.

Walikota menyampaikan, batik sudah menjadi sumber ekonomi warga, sejak lama. Masyarakat telah memakai batik, baik untuk kegiatan sosial maupun keagaamaan, misalnya baju kemeja batik dipakai untuk sholat. “Motif yang dihasilkan pun beragam, diantara motif jlamprang, buketan dan lain sebagainya. Jadi batik Pekalongan itu kaya akan motif.”

Oleh karena itu, Walikota mengajak warganya untuk memakai batik asli baik batik cap, tulis atau kombinasi batik cap dan tulis, bukan printing bermotif batik. “Dengan membeli batik asli berarti telah mengangkat kesejahteraan perajin batik.”

Ketua Panitia Pekan Batik 2018, Sri Ruminingsih SH MSI, menambahkan acara pekan batik akan dimulai 2 Oktober. Kegiatan dimulai sejak pagi sampai sore, diantara kegiatan upacara sarungan, potong tumpeng, sepak bola pakai batik dan gelar budaya. “Semua kegiatan itu digelar untuk meramaikan acara. Nanti pemeran batiknya akan dimulai 20 sampai 24 Oktober,” ucapnya.

Terkait PBP 2018, Sri Ruminingsih menghimbau agar seluruh warga Kota Pekalongan mengenakan pakaian batik saat beraktivitas. “Kami menghimbau agar masyarakat mengenakan busana batik selama PBP ini agar batik kian dicintai masyarakat dan terus menjadi ikon. Tak hanya Pekalongan, tapi juga Indonesia,” pungkasnya. (nul)

Facebook Comments