Radar Kajen

Awas, Jembatan Kaligenteng Membahayakan

Istimewa
DIBATASI – Karena cukup membahayakan, tonase kendaraan yang melintas Jembatan Kaligenteng Kandangserang dibatasi.

KAJEN – Lantaran cukup membahayakan, tonase kendaraan yang melintas di Jembatan Kaligenteng di Desa/Kecamatan Kandangserang dibatasi. Saat ini jembatan utama yang menghubungkan desa-desa di wilayah selatan Kecamatan Kandangserang pondasinya sudah berongga, kontruksi rangka baja di bawah lantai plat jembatan sudah tertarik dari posisi semula, dan lantai jembatan banyak yang berlubang.

Atas kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU dan Taru) Kabupaten Pekalongan akhirnya membatasi kendaraan yang boleh melintasi jembatan di wilayah pegunungan ini. Kendaraan-kendaraan berat dan truk dilarang melintasi Jembatan Kaligenteng. Jembatan ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan-kendaraan kecil.

“Kondisi jembatan sudah sangat mengkhawatirkan. Kendaraan berat seperti truk tidak bisa lewat. Kendaraan kecil yang membawa barang juga dibatasi. Jika tidak salah batasannya sekitar 1 ton sampai 2 ton,” terang Kepala DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, pekan kemarin.

Berdasarkan kajian teknis tim DPU dan Taru, sudah terjadi gerusan di pilar sebelah selatan yang menyebabkan pondasi pilar berongga, sehingga sewaktu-waktu dapat runtuh apabila mendapat beban berat di atas jembatan.

“Lantai jembatan juga sudah banyak berlubang, sehingga dikhawatirkan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan,” terangnya.

Dengan dibatasinya kendaraan yang melintasi di Jembatan Kaligenteng juga berdampak pada diundurnya paket pekerjaan di wilayah selatan Kandangserang. Di antaranya, pembangunan ruas jalan Sigugur – Trajumas dan Bodas – Klesem. Pekerjaan di daerah itu akan ditunda sampai dengan kegiatan pembangunan Jembatan Kaligenteng yang baru selesai pada tahun 2018 ini.

“Ada penundaan pekerjaan di wilayah atas. Akses ke atas dari Desa Luragung dari Pemalang putus dengan terputusnya Jembatan Kali Keruh. Kondisi Jembatan Kaligenteng juga mengkhawatikan, sehingga ada dua pekerjaan di atas dari DPU tidak bisa dilaksanakan.”(yon)

Facebook Comments