Radar Kajen

Festival Rogojembangan Tarik Ribuan Pengunjung Lokal dan Asing

MUHAMMAD HADIYAN
MUSIK – Pertunjukan musik di malam Festival Rigojembangan, Kecamatan Petungkriyono, berlangsung meriah.

Festival Rogojembangan di Kecamatan Petungkriyono, menarik perhatian ribuan pengunjung. Tidak hanya lokal, namun juga turis manca negara turut menyaksikan event tahunan di destinasi wisata alam unggulan Kabupaten Pekalongan tersebut. Bagaimana?

M Hadiyan, Petung

Kegiatan Festival Rogojembangan di Kecamatan Petungkriyono berlangsung sejak Jumat (28/9) dan berakhir Minggu kemarin (30/9). Kegiatan ini dinilai sukses mendongkrang pariwisata daerah setempat.

Dengan mengambil konsep pelestarian hutan alam dan menjaga 9 mata air, air terjun itu, menarik perhatian ribuan peserta, dan pengunjung yang melakukan kegiatan camp di kawasan wisata Curug Lawe.

Selama kegiatan berlangsung, pada malam hari peserta disuguhkan dengan pentas musik Akustik Alas, dengan menghadirkan sejumlah kelompok musik dari berbagai daerah, seperti Dieng, Yogyakarta dan Bandung.

Pada kesempatan yang diikuti langsung Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan sejumlah pejabat teras Kabupaten Pekalongan, juga digelar kirab gunungan dari 9 kawasan air terjun Petungkriyono. Selain membawa gunungan hasil potensi alam, juga di bawa mata air dari air terjun pada prosesi tersebut.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi juga melakukan penanaman pohon aren sebanyak dua bibit pohon serta dinamakan sejodo, sebagai tanda pelestarian terhadap tanaman khas hasil bumi kekayaan tanah negeri atas awan.

“Dimulai dari pelaksanaan kirab hasil bumi, kita ketahui ada banyak potensi dari kekayaan alam di Petungkriyono ini, selain sayuran, kemudian komoditas unggulan tanaman kopi, juga pohon aren, sebagai pendongkrak perekonomian masyarakat,” ujar bupati.

Kemudian, pada proses pemecahan kendi yang berisi air dari mata air di 9 air terjun Petungkriyono, merupakan salah satu simbol agar semuanya menjaga alam dengan baik, tidak merusak air terjun, karena air sebagai sumber dari kehidupan.

Sampai pada saat mengakhiri kegiatan Festival Rogojembangan, aksi bersih-bersih gunung di kawasan Petungkriyono pun dilakukan. Menurut Asip, ini merupakan sebuah upaya untuk menjaga alam dengan baik, agar alam tetap bersahabat, karena salah satu gunung di Petungkriyono merupakan salah satu gunug aktif. (yan)

Facebook Comments