Nasional

Jenasah Ibu Mendekap Anaknya Ditemukan di Antara Reruntuhan Gempa Palu

Beginilah kondisi salah satu wilayah di Sulteng setelah gempa melanda. (Fajar online)

Kaget dan mencengangkan. Itulah suasana pemandangan pertama saat Relawan Lazis Wahdah Islamiyah melihat langsung parahnya dampak gempa dan tsunami Kota Palu.

Minggu (30/9) 20-an relawan dari Tim Wahdah Peduli terjun ke daerah yang paling parah terkena dampak di Perumnas Balaroa. “Alhamdulillah tim berhasil mengevakuasi tujuh mayat,” kata Nasruddin Abdul Karim, salah seorang relawan Lazis Wahdah Islamiyah

Perumahan ini seperti dibalik, Jalanan mencuat setinggi atap rumah. Daerah ini yang sangat parah, banyak jenazah yang terjebak di dalam reruntuhan kompleks.

Perumahan tersebut dihuni sekitar 3000 jiwa dan masih banyak yang tertimbun.

“Kami menangis melihat seorang ibu ditemukan mayatnya di sela-sela reruntuhan bangunan di perumnas dalam keadaan mendekap anak mantunya,” ujar Nasruddin.

Waktu sang suami datang sang ibu sudah wafat dan sang istri yang baru dua bulan dinikahinya masih sempat minta tolong kepada sang suami. Tetapi karena reruntuhan akhirnya tidak bisa diselematkan.

Bahkan saat kejadian salah seorang akhwat yang belum didapat itu terlempar ke udara kemudian tertimbun dan belum didapatkan hingga hari ini.

Proses evakuasi lumayan menantang. Bekerja di sela-sela reruntuhan bangunan ditambah bau jenazah yang terpendam sudah sangat menyengat. Evakuasi warga mesti melewati atap-atap rumah yang berbahaya.

Malam hari seperti kota mati karena lampu sampai sekarang belum menyala. Gempa kecil masih sering terjadi siang dan malam.

“Kami melihat kondisi lapangan sangat-sangat butuh tambahan relawan lagi terutama banyaknya mayat yang belum dievakuasi. Lebih penting dari itu stok bantuan makanan dan minuman yang masih sangat minim,” tutupnya. (*)

Laporan Nasruddin Abdul Karim (Relawan Lazis Wahdah Islamiyah/fajaronline)

Facebook Comments