Nasional

Ceramah di HUT Ke-73 TNI, Habib Luthfi Ingatkan TNI-Polri

Mabes TNI menggelar Tabligh Akbar serta doa bersama untuk pahlawan revolusi yang terselenggara di Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (30/9). (Ridwan/Jawapos.com)

JAKARTA – Dalam rangka menyambut HUT Ke-73 TNI, Mabes TNI menggelar Tabligh Akbar serta doa bersama untuk pahlawan revolusi yang terselenggara di Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (30/9). Acara tersebut dihadiri oleh personel TNI dan Polri.

Pantauan JawaPos.com, tak terlihat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Keduanya dikabarkan sedang berada di Palu, Sulawesi Tengah dalam rangka menemani Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui para korban gempabumi dan gelombang tsunami yang terjadi Jumat (28/9) lalu.

Hadir dalam acara ini yakni Kepala Staf TNI AU Marsekal Yuyu Sutisna, Kepala Staf AD Jenderal Mulyono, Kepala Staf TNI AL Laksaman Siwi Sukma Adji, Wakapolri Komjen Ari Dono dan Kepala Sfaf Umum TNI Laksama Madya Didit Herdiawan S.

Bertindak sebagai penceramah dan memimpin zikir adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau dikenal dengan Habib Luthfi.

Dalam ceramahnya, Habib Luthfi mengajak TNI-Polri untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Ia juga mengajak bangsa Indonesia untuk bersatu sehingga tak mudah terpecah belah.

“Dengan adanya HUT ke 73 TNI kita bersama kumpul, TNI, Polri, ulama, habaib. Saya minta jawaban tegas. TNI, Polri, ulama, habaib kira-kira Indonesia bisa dipecah belah tidak? Jawab yang keras,” ucap Habib Luthfi.

“Tidak,” jawab ribuan personel TNI-Polri dengan lantang.

Seakan belum puas, Habib Lutfhi kembali menanyakan hal yang sama kepada sekira 7000 personel TNI-Polri.

“Relakah negerimu terpecah belah? Tanya Habib Luthfi kembali.

“Tidak,” jawab personel TNI-Polri.

“Melempem jawabnya. Jawab yang keras,” tegas Habib Luthfi.

“Tidak,” teriak personel TNI-Polri dengan lebih kencang.

Habib Luthfi merasa dirinya bahagia bila bangsa Indonesia kompak bersatu. Ia juga mengingatkan agar bangsa ini tak melupakan sejarah. Ia merasa prihatin dengan generasi bangsa ini yang tak hafal dengan teritorial di wilayahnya.

“Bila semua anak-anak kita mengenal tokoh bangsa Insya Allah anak-anak akan bangga dengan negeri ini,” terangnya.

Pada akhir ceramahnya, Habib Luthfi kembali mengingatkan agar bangsa ini bersatu walaupun banyak keragaman.

“Sekali merah putih tetap merah putih. Partai boleh banyak, merah putih cuma satu. Indonesia cuma satu. Merah putih cuma satu,” tandasnya. (rdw/JPC)

Facebook Comments