Radar Batang

Kambing Ini Telah Juarai Berbagai Kontes Tingkat Nasional

Kambing Ini Telah Juarai Berbagai Kontyes Tingkat Nasional

JUARA – Susilo, pemilik kambing Kaligesing bernama Rakabumi, berfoto bersama setelah dinobatkan menjadi juara 1 dalam kontes yang diadakan di Kabupaten Batang, Jum’at (28/9).
M DHIA THUFAIL

BATANG – Hebat, di usianya yang ke tiga tahun, Rakabumi sudah banyak menjuarai berbagai event kontes kambing Kaligesing (peranakan kambing etawa -red) di tingkat Nasional. Terbaru, dalam kontes kambing Kaligesing regional Jawa Tengah 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Jateng bersama Perkumpulan Peternak Kambing Kaligesing Nasional (Perkkanas) Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Jateng di Kabupaten Batang, Jum’at (28/9) siang kemarin, Rakabumi kembali menyabet juara 1.

Kambing Kaligesing milik Susilo, warga asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah itu berhasil mengalahkan puluhan kambing di kelasnya, yakni kelas A (usia 2,5-3 tahun,red). Dalam kontes kambing yang diadakan di Hutan Kota Rajawali, Kabupaten Batang itu panitia membagi peserta dalam empat kelas, yakni kelas A sampai dengan D.

“Bukan pertama kalinya saya mengikuti kontes dan mendapatkan juara. Namun sudah cukup sering kambing yang saya beri nama Rakabumi ini menorehkan prestasi di ajang serupa,” ucap Susilo seraya mengucapkan syukur.

Ia mengatakan, apabila kambing Kaligesing yang sudah sering mengikuti kontes dan membawa pulang banyak juara, maka harga jualnya pun akan ikut melambung tinggi. Menurutnya, kambing Kaligesing termurah yang sudah pernah dijualnya bisa mencapai Rp 50 juta, dan termahal bisa mencapai Rp 250 juta per ekornya.

“Harga ini setara dengan cos yang kita keluarkan untuk perawatan kambing itu sendiri. Kita para peternak kambing Kaligesing, harus menjaga betul pola makan kambing itu. Kita harus ekstra memberikan asupan makanannya, lengkap dengan nutrisi nutrisinya, baik itu dari segi protein, karbohidrat, dan mineral. Apabila kambing ini kurang asupan mineralnya, maka bisa berakibat fatal dan terjadi kurang kesempurnaannya,” jelasnya.

Sementara dijelaskan Mujirohmat, ketua panitia penyelenggara sekaligus ketua DPW Perkkanas Jateng, bahwa kontes yang rutin diselenggarakan tiap tahun itu selalu menyedot banyak peserta. Seperti kontes kali ini, yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, mulai dari Purworejo, Wonosobo, Banjarnegara, Semarang, Pati, Jepara, dan Kabupateng Batang sendiri.

“Peserta yang ikut dalam kontes kali ini ada sebanyak 131. Jumlah ini setiap tahunnya terus meningkat, sejalan dengan meningkatnya jumlah DPD Perkkanas yang saat ini sudah terbentuk di 11 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Kontes ini sendiri merupakan kontes yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, yang mana sebelumnya diselenggarakan di Suropadan Magelang dan Kabupaten Boyolali,” terangnya.

Ditambahkan Muji, adapun perbedaan tiap kelas yang diikuti para peserta dalam kontes tersebut ialah, seperti halnya di kelas D Betina, tinggi kambing minimal harus 50 cm dan maksimal 75 cm, sedang untuk D jantan tinggi minimal harus 55 cm dan maksimal 75 cm.

Kemudian kelas C Betina tinggi harus diatas 70 cm sampai belum poel dan kelas C Jantan tinggi harus diatas 75 cm samapai belum poel. Selanjutnya pada kelas B Betina kambing harus poel sampai 3 pasang dan kelas B Jantan kambing juga harus Poel 3 pasang.

Terkahir, pada kelas A Betina kambing harus poel diatas 3 pasang sampai rampas dan kelas A Jantan pun sama harus poel diatas tiga pasang sampai rampas. “Jadi 11 kategori penilaian yang kita ambil, pertama dilihat dari kepala, tanduk, telinga, leher, postur, pola warna, bulu, kaki, ekor, rewos, dan ambing/testis,” tandasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Facebook Comments