Radar Pendidikan

Ini yang Dilakukan 30 Anggota FPKN dari PT se Indonesia di Unikal

Ini yang Dilakukan 30 Anggota FPKN dari PT se Indonesia di Unikal

BERI – Pemberian plakat dari Rektor Unikal Suryani kepada Ketua FPKN sebagai simbol dibukanya acara workshop dan rapat kerja nasional.
MALEKHA

KOTA – Dalam rangka menguatkan kompetensi Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Unikal bekerjasama dengan Forum Promosi Kesehatan Nasional(FPKN) yang saat ini menggelar acara workshop dan rapat kerja nasional FPKN yang dihadiri oleh 30 anggota FPKN dari Perguruan Tinggi se Indonesia.

Demikian disampaikan Rektor Unikal Suryani, kepada Radar Pekalongan usai membuka acara workshop dan rapat kerja nasional FPKN di Gedung F Unikal, kemarin.

“Ini menjadi sebuah komitmen dari Unikal untuk terus mengembangan SDM yang ada, oleh karena itu kita harus terbuka dengan asoisasi, karena mereka lah yang menentukan standar kompetensi harus seperti apa profesi Kesmas kedepan,” ungkap Suryani.

Selain itu, dalam FPKN juga memberikan kesempatan untuk bisa langsung terjun kepada masyarakat, serta menjalin kerjasama dengan Pemda setempat. Sehingga dari sana akan terbuka kesempatan-kesempatan pengembangan diri yang lebih baik.

“Kalau Unikal sejauh ini yang sudah berjalan, kita bekerjasama dengan Pemda dalam pembentukan kampung KB yang saat ini sudah berjalan serta program penilitian-penilitian yang berhubungan dengan dunia kesehatan di beberapa Kabupaten,” imbuhnya.

Berangkat dari hal tersebut, kemudian diperlukan adanya sinergisitas antara Pemda, masyarakat serta akademisi untuk bersama membangun masyarakat, melalui peningkatan kompetensi bagi para mahasiswanya.

“Karena kesehatan merupakan investasi yang harus terus kita jaga, dan merupakan tanggung jawab bersama. Baik kesehataan fisik, mental dan spiritual,” terang Suryani.

Saat ini, Kesmas Unikal sendiri sudah memiliki terobosa-terobosan terbaru, mulai dari pengambilan sumpah sampai lulusan Kesmas mengikuti kompetensi menjadi tenaga profesional.

“Dengan proses itu, bearti bisa dikatakan bahwa lulusan kita sudah diakui secara nasional dan memiliki profesionalitas yang tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FKPN Kusyogo SKM MKes menambahkan, FKPN merupakan forum yang terbentuk sejak tahun 2005 dan beranggotakan 30 Perguruan tinggi se Indonesia, dengan 2 Perguruan Tinggi peserta peninjau. Dari FPKN ditentukan standarisasi kurikulum secara nasional.

“Kami punya kurikulum nasional, dengan tujuan agar semua lulusan Kesmas di semua PT bisa mempunyai kompetensi yang sama didunia profesi,” ujar Kusyogo.

Tak hanya mahasiswa, dosen Kesmas pun tak luput menjadi perhatian dari FPKN dalam pengembangan diri. Akan ada pelatihan dan workshop setiap kali ada pertemuan FPKN se Indonesia.

“Ini menjadi upaya kami, meskipun tidak seluruh PT di Indonesia mengikuti karena keterbatasan kuota peserta. Namun harapannya apa yang menjadi hasil dari diskusi yang terangkum dalam sebuah buku, bisa diadopsi secara nasional,” pungkasnya. (mal)

Penulis: Malekha

Facebook Comments