Radar Batang

Bupati Batang Ajak Pelajar Minum Susu Sapi Murni

Ajakan Minum Susu Sapi Murni

MINUM SUSU – Bupati Batang, Wihaji bersama siswa SDN Kauman 07 minum susu murni dalam rangka mendukung potensi peternakan lokal dalam kegiatan Gebyar Upsus Siwab Jateng , Jumat di Hutan Kota Rajawali Batang.
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Bupati Batang, Wihaji bersama sekitar 132 siswa SDN Kauman 07 Batang mengajak masyarakat untuk minum susu murni, Jumat (28/9), dalam Gebyar Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) Jateng di Hutan Kota Rajwali. Gerakan minum susu itu dilakukan sebagai dukungan Pemkab Batang untuk mendorong potensi peternakan lokal.

Tak hanya sekadar minum susu, Wihaji juga mensosialisasikan manfaat susu dengan menyanyikan jingle Gerakan Minum Susu bersama ratusan siswa.

“Ini salah satu upaya kami untuk mendorong peternakan lokal. Dalam hal ini, salah satunya dengan minum susu sapi murni. Karena kita tahu potensi peternakan lokal kita juga tidak kalah dengan daerah lainnya,” terang Wihaji.

Wihaji berharap, dengan melibatkan para pelajar juga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi peternakan lokal. Sekaligus membangun kebiasaan baik, yakni minum susu sapi sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng, Ir Agus Wariyanto menerangkan, Gebyar Upsus Siwab telah menjadi program rutin pemprov Jateng. Untuk tahun ini, kegiatan dipusatkan di Batang dari 27-28 September.

Agus mengatakan, sektor peternakan di Jawa Tengah mengalami kemajuan. Hal itu berdasarkan data laporan pelaksanaan Upsus Siwab pada tahun 2017 hingga melampaui target 100 persen lebih.

“Dalam sektor peternakan, Jawa Tengah berhasil merealisasikan 658.179 ekor akseptor sapi atau sebesar 127,81 persen dari target 514.984 ekor akseptor sapi, sehingga Provinsi Jawa Tengah berhasil memperoleh peringkat 1 (satu) Nasional untuk pelaksanaan program UPSUS SIWAB ini,” jelasnya,

Dijelaskan Agus, Jawa Tengah juga menempati urutan 1 tingkat nasional dalam jumlah populasi kambing sebesar 4.066.654 ekor (22,79 persen) dan ayam buras sebesar 41.976.727 ekor (14,27 persen). Sedangkan untuk populasi sapi potong, sapi perah, dan domba, Jawa Tengah menempati urutan ke 2 tingkat nasional, yaitu masing-masing sebesar 1,674 juta ekor (10,46 persen) untuk sapi potong, 137 ribu ekor (25,72 persen) untuk sapi perah, dan 2,340 juta ekor (14,9 persen) untuk domba nasional.

“Potensi di Jateng sangat besar, harus didorong agar semakin maju. Selain itu juga kami ingin mendorong keanekaragaman ternak di Indonesia untuk lebih dikembangkan, saya rasa dilihat dengan gelar kontes ternak keanekaragaman dikembangkan lagi, dan juga gebyar upsus siwab ini diharapkan mampu meningkatkan populasi ternak yang unggul,” tandasnya. (nov)

Facebook Comments