Nasional

Peringatan Tsunami di Palu Berakhir, Kapal Terbawa ke Daratan

Masjid Agung Darussalam yang berada di sebelah Palu Grand Mall ini bagian atapnya mengalami kerusakan akibat terjangan tsunami. (Istimewa/warganet)

JAKARTA – Kepala Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya mengakhiri peringatan dini tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, setelah air laut yang masuk ke daratan telah surut. Beberapa kapal tampak naik ke daratan setelah terbawa gelombang tsunami.

Dwikorita mengatakan peringatan itu diakhiri setelah pihaknya melakukan pengamatan dan mengonfirmasi beberapa saksi mata yang ada di lapangan.

Berdasarkan catatan BMKG, tsunami yang terjadi di Palu berada dekat dengan pelabuhan. Ketinggiannya diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2 meter.

“Peringatan dini tsunami diakhiri setelah airnya surut, kami harus melakukan pengamatan dan mendapatkan konfirmasi saksi mata di lapangan. Namun kemudian surut, terlihat beberapa kapal naik ke darat, itu sudah surut, peringatan dini kami akhiri tepat pukul 17.36 WIB,” kata Dwikorita, seperti dikutip dari laman CNNIndonesia, Jumat (28/9).

Dwikorita menjelaskan pihaknya mengakhiri peringatan dini tsunami, bukan mencabut peringatan tersebut. Sementara air laut tersebut surut setelah tsunami naik ke darat, bukan sebelum terjadi tsunami.

“Tadinya air laut sempat naik (ke darat). Tapi kemudian air itu terus bergerak turun. Itu yang kami namakan surut,” kata Dwikorita.

Berdasarkan data sementara yang diterima, korban jiwa satu orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka, kerugian materil masih dalam pendataan. Gempa berlangsung terjadi mulai pada pukul 14.00 WIB, 5.9 SR, Lokas 0.35 LS, 119.82 BT (8 KM Barat Laut Donggala- Sulteng) kedalaman 10 KM. (CNN Indonesia)

Facebook Comments