Radar Kendal

Meski Terjadi Kebakaran, Bupati Nekat Datangi TPA Darupono

Meski Terjadi Kebakaran, Bupati Nekat Datangi TPA Darupono

GEREGETAN – Bupati Mirna bersama sejumlah pejabat saat mendatangi lokasi kebakaran sampah di TPA Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kamis (27/9).
NUR KHOLID MS

KENDAL – Kebakaran sampah yang yang berlarut-larut di TPA Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, membuat Bupati Kendal, Mirna Annisa, geregetan. Kamis (27/9) kemarin, Bupati bahkan nekat mendatangi lokasi kebakaran yang dampaknya telah dikeluhkan masyarakat itu.

Alih-alih menggunakan mobil dinas, Mirna justru sampai ke TPA dengan menumpang bus operasional pemkab. Dia hanya didampingi beberapa ajudan serta Plt Kepala Diskominfo dan Kabag Umum. Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) datangt menyusul.

Meski gumpalan asap tampak memenuhi kawasan TPA, Bupati nekat menerobosnya dengan tanpa menggunakan masker. Di lokasi, dia hanya menjumpai satu alat berat yang didatangkan untuk menanggulangi kebakaran kebakaran sampah. Padahal, akibat insiden itu, masyarakat sekitar hingga pengguna jalan ikut terganggu.

“Saya minta penanganan kebakaran dilakukan secara optimal. Bila perlu, ajak pengusaha yang ada di sekitar kawasan ini,” kata Bupati saat menemui pengelola TPA.

Dia menjelaskan, kebakaran sampah bermula dari adanya pohon di lahan perhutani yang terbakar. Kondisi api yang membesar merembes dan menyebabkan sampah terbakar. “Sangat mengganggu asap ini dan perlu segera ditangani. Mungkin bisa ditimbun ke dalam tanah. Ini baru ada satu eksavator, bisa ditambah paling tidak lima eksavator untuk menimbun sampah. Bisa pinjam ke sejumlah pengusaha,” tandasnya.

Menurut Mirna, kondisi asap dari sampah yang terbakar bisa menyebabkan penyakit saluran pernapasan. Selain itu juga mengganggu jarak pandang pengguna jalan. “Kami segera lakukan penanganan agar tidak semakin lama, karena asap sudah muncul sejak awal 9 September,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kendal, Sri Purwati mengatakan, selain karena api yang disebabkan dari kekabaran pohon di lahan perhutani, banyak gas metan yang tertimbun di tumpukan sampah menyebabkan api terus muncul meski tidak besar. Namun, kondisi asap cukup mengganggu pengguna jalan. “Kami terus berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk menyiramkan air ke tumpukan sampah supaya api bisa padam,” katanya. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms

Facebook Comments