Radar Batang

Sebatang Kara Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Dasriah Impikan Bantuan Rehab

Sebatang Kara Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Dasriah Impikan Bantuan Rehab

MENGUNJUNGI – Babinsa Koramil Warungasem, Sertu Yugo Rusianto, bersama Kades Pesaren, Kasdiun, saat mengunjungi kediaman Dasriah, Rabu (26/9).
M DHIA THUFAIL

Batang – Bertahun-tahun Dasriah menempati rumahnya yang tidak layak huni di Dukuh Badulan, Rt 01/01 Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Bantuan yang didiharapkannya belum juga terealisasi, sehingga.dia harus bersabar.

Dinding depan dan sebagian atap rumahnya sudah ambruk, kayu kayunya yang sudah lapuk dimakan usia pun tak sanggup lagi menahan terpaan angin setiap saat. Janda tua sebatangkara itu tidak punya pilihan selain menghabiskan sisa hidupnya di RTLH peninggalan almarhum suaminya.

Alasannya klasik, karena himpitan ekonomi. Perempuan tua itu sudah tidak mampu merehab rumahnya sendiri. Dasriah hanya pasrah, berharap bantuan dari pemerintah yang dinanti sejak lama segera terealisasi.

Sebenarnya Dasriah mempunyai anak yang bekerja di Jakarta, tetapi belum bisa banyak membantu. Dia pun terpaksa harus menafkahi dirinya sendiri dengan bekerja seadanya. Itu juga kalau ada yang nyuruh. Badanya yang sudah renta terkadang harus menahan rasa sakit kalau harus banyak bergerak, sehingga dia lebih banyak menunggu uluran tangan dari warga setempat.

Air hujan selalu masuk melalui atap-atap yang bocor, begitu juga panas dan hembusan angin yang membuat semakin lemah tubuh rentanya. Dasriah nampaknya sudah terbiasa bergelut dengan kondisi seperti itu. “Ya, cuma bisa berdoa supaya kehidupan saya membaik. Bersyukur saja,” tuturnya lirih.

Harapan akan rehab rumah mendadak muncul kembali ketika seseorang berseragam loreng mendatangi kediaman Dasriah, Rabu (26/9). Dia adalah Babinsa dari Koramil Warungasem, Sertu Yugo Rusianto. Dia datang bersama Kepala Desa Pesaren, Kasdiun, untuk membantu mencari solusi yang terbaik tentang kondisi Dasriah.

Kasdiun selaku kades sebenarnya merasa malu dengan kondisi Dasriah dan huniannya yang kurang layak. Dia bahkan sudah mengajukan proposal ke pemerintah di atasnya, tetapi belum ada jawaban. Biaya perehaban ditaksir mencapai Rp 10 juta lebih. “Semoga masalah ini cepat terselesaikan, usulan kita cepat diakomodir oleh otoritas di atas.”tandasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Facebook Comments