Radar Kajen

Bagikan Benih Padi Unggul, Hasil Panennya Diklaim Capai 12 Ton/hektar

Bagikan Benih Padi Unggul, Hasil Panennya Diklaim Capai 12 Ton hektar

BAGI BENIH – Anggota Komisi VII DPR RI Jateng X, Fraksi Gerindra, Bung Ramson saat membagikan benih padi varietas unggul kepada petani Kabupaten Pekalongan dan Pemalang di Balai Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Pemalang.
TRIYONO

KAJEN – Usai memberikan laporan dengan Petani dan para Kades di wilayah Pantura Kabupaten Pekalongan tentang progres pembangunan saluran irigasi Sungai Lama, pekan lalu, anggota Komisi VII DPR RI Jateng x, Fraksi Gerindra, Bung Ramson terus berusaha mendongkrak produktivitas padi dengan memberikan pelatihan ratusan petani Kabupaten Pekalongan dan Pemalang.

Kegiatan Demo Teknologi Bidang Pertanian Varietas Unggul Hasil Litbang Batan bertemakan ‘Pemanfaatan Hasil Litbang Nuklir Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional’ tersebut dilaksanakan di Balai Desa Kedungbanjar Kecamatan Taman, Pemalang, Kamis (27/9).

Selain peningkatan Sumber Daya Manusia yang diinisiasi oleh Anggota Komisi VII, Bung Ramson yang bermitra kerja Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), petani juga diberikan benih padi secara gratis. Jenis benih yang dibagikan adalah Varietas Unggul Sistem Dedikasi Nuklir (Sidenuk).

Melalui padi varietas baru tersebut, yang biasanya dalam 1 hektar hanya menghasilkan padi sekitar 8 ton, namun petani bisa menghasilkan panen padi sebanyak 9 sampai 12 ton padi. Dengan produktivitas padi yang naik 2 sampai 3 ton perhektar, maka kesejahteraan petani semakin meningkat.

Anggota Komisi VII DPR RI Jateng X, Fraksi Gerindra, Bung Ramson mengutarakan bahwa dirinya datang ke Balaidesa Kedungbanjar Kecamatan Taman merupakan perintah undang-undang. Karena sebagai wakil rakyat selain memperjuangkan NKRI yaitu kebijakan pemerintah, juga memperjuangkan kepentingan rakyat di Daerah Pemilihan(Dapil), bidang apapun apalagi di Kabupaten Pemalang, Kabupaten/ Kota Pekalongan dan Batang.

“Kami memperjuangkan petani melalui Litbang Batan, makanya hari ini saya minta Batan datang kesini untuk memberikan pengetahuan terkini tentang pertanian kepada para petani dan Gapoktan,” terangnya.

Wakil rakyat membidangi Sumber Daya Mineral, minyak dan gas, riset dan teknologi serta lingkungan hidup itu mengungkapkan, dirinya melihat para petani dari berbagai Gapoktan mulai dari Kecamatan Pemalang dan Pekalongan itu merasa senang dan antusias. Karena mereka sudah diberi pelatihan dan pengetahuan dari Batan selain itu sudah diberikan masing-masing benih 5 kg dan nanti mulai Nopember sudah mulai tanam.

Namun setelah melihat perkembangannya masih banyak petani yang belum mendapatkan benih tersebut. Maka ia meminta agar petani yang tidak datang didaftar nanti dievaluasi dan akan diupayakan dana khusus untuk mendapatkan dana benih. Kemudian langsung didistribusikan kepada petani yang sudah didata.

Sebagai anggota DPR RI Bung Ramson akan terus menampung dan memperjuangkan rakyat sampai September 2019, meskipun saat ini dicalonkan sebagai anggota DPR RI dari partai yang sama di dapil yang sama juga. Itulah tugas sebagai anggota DPR RI yang setiap datang selalu ada aspirasi dan dirinya siap diperintah untuk memperjuangkan rakyat melalui aspirasi.

“Pekan kemarin saya bertemu langsung dengan petani dan para kadesa di wilayah Pantura Kabupaten Pekalongan untuk melaporkan progres pembangunan saluran irigasi di Sungai Sragi lama. Kemudian untuk pembangunan akan dimulai 2019 mendatang, dan inilah sebagai bentuk saya untuk meningkatkan produktivitas pertanian sehingga petani semakin sejahtera,” lanjut Bung Ramson.

Selain pelatihan bagi petani padi, Bung Ramson juga sebelumnya telah memberikan peningkatan SDM bagi petani Kopi, petani jahe merah dan petani nanas.

Sekretaris Utama (Sestama) Batan Felconi Margono Sutareto menambahkan, benih varietas unggul Sidenuk merupakan kepanjangan dari Sidedikasi Nuklir, yaitu pemanfaatan nuklir untuk kesejahteraan di bidang pertanian salah satunya padi Sidenuk yang sudah dibudidayakan di berbagai daerah.

“Batan sudah menghasilkan 23 varietas padi yang sudah dikeluarkan oleh Menteri Pertanian, salah satunya Sidenuk ini,” kata Felconi.

Jenia Sidenok, potensi produksinya bisa mencapai 9 – 11 ton per hektar. Selain itu waktu panennya juga relatif pendek yakni sekitar 100 – 110 hari. Selain produktivitas dan waktunya cukup pendek juga tahan terhadap hama/ pengganggu. Mudah mudahan hal tersebut akan memberikan gambaran kepada petani dan bisa meningkatkan produktivitas para petani dari Desa Kedungbanjar, sebab di Klaten saja bisa sampai 12 ton per hektar.

“Ini berkat kerjasama atau mitra kami dengan anggota DPR RI Komisi VII Bung Ramson, karena kami melakukan riset juga dari perjuangannya.”

Sementara Kepala Desa Podosari, Kecamatan Kesesi, Nurcahyo mengaku bahwa dengan adanya demo Teknologi Bidang Pertanian Varietas Unggul Hasil Litbang Batan ini sangat membantu petani. Karena selama ini, petani hanya mengandalkan sistem tanam padi yang turun temurun dari nenek moyang dan itu itu aja. Akantetapi melalui kegiatan yang diinisiasi oleh anggota Komisi VII DPR RI, Bung Ramson dan kebetulan diberi benih padi varietas unggul ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi, sehingga ketahanan pangan selalu terjaga.

“Pelatihan ini cukup memotivasi para petani, oleh karena itu saya sengaja jauh-jauh ke Pemalang untuk ikut mengajak perwakilan petani agar bisa memaksimalkan hasil panen. Nanti perwakilan petani bisa mengimplementasikan dan disampaikan ke petani lain. Saya ucapkan terimakasih atas perjuangan Bung Ramson yang selalu peduli dengan petani,”ungkapnya.

Adapun salah seorang Ketua Kelompok Tani dari Desa Jagung, Kecamatan Kesesi, Nurhadi mengaku senang dengan adanya pelatihan. Sebab jenis padi yang akan ditanam juga barietas unggul dan hasilnya mencapai 11 sampai 12 ton perhektar.
“Kami berterimakasih kepada anggota Komisi VII DPR RI Bung Ramson, karena petani selalu diperhatikan,” imbuhnya. (yon)

Penulis: Triyono

Facebook Comments