Metro Pekalongan

Anggota Polantas dan Polair Dites Urine, Ini Hasilnya

Tes Urine

TES URINE – Anggota Bid Dokkes Urkes Polres Pekalongan Kota memeriksa sampel urine anggota Satlantas dan Sat Polair di mapolres setempat, Kamis (27/9).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Sebanyak 56 orang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan Satuan Polair Polres Pekalongan Kota menjalani tes urine di aula mapolres setempat, Kamis (27/9) pagi.

Kegiatan yang dilakukan secara mendadak itu untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota Polri, tak terkecuali Polantas dan Polair.

Tes urine dilaksanakan Seksi Provost dan Paminal (Propam), bersama Bid Urkes/Dokkes Polres Pekalongan Kota.

Tiap anggota yang dipanggil untuk menjalani tes urine, selanjutnya diminta menyerahkan sampel urinenya di wadah khusus, untuk kemudian diperiksa oleh anggota Bid Dokkes.

Paur Dokkes/Urkes Iptu Purwanto mengatakan, pemeriksaan sampel urine itu menggunakan ‘Multi-Drug Test Cup’. Alat ini bisa mendeteksi enam parameter kandungan zat yang masuk kategori narkoba. Diantaranya methampetamin, amphetamine, cannabis, cocain, opiates (morfin), serta benzodiazepine. “Hasil dari tes urine ini bisa diketahui langsung dalam waktu kurang dari satu menit, apakah dia positif atau negatif,” katanya.

Kasie Propam Iptu Ketut Artika menjelaskan, tes urine ini merupakan rangkaian kegiatan penegakan ketertiban dan kedisiplinan (gaktibplin) anggota, yang berlangsung mulai 18-30 September mendatang. “Untuk pagi ini, khusus menyasar Satuan Fungsi Lalu Lintas dan Polair,” tuturnya.

Dari sebanyak 56 personel yang dites, kesemuanya hasilnya negatif. Artinya, tidak ada yang terindikasi positif mengonsumi narkoba. “Tadi kami bersama Urkes sudah berusaha secara teliti untuk mengecek. Sementara ini belum ada temuan yang positif narkoba,” katanya.

Meski demikian pihaknya menegaskan apabila ada anggota yang terbukti positif mengonsumsi narkoba, anggota tersebut akan diberi sanksi tegas sesuai aturan. “Kami akan memberikan ‘punishment’ kepada anggota yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Sebagaimana telah diatur dalam PP No 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri. “Bahwa anggota yang melakukan pelanggaran tentu saja akan mendapatkan sanksi hukum. Kita tegaskan, polisi juga tidak kebal hukum. Kalau melakukan pelanggaran, polisi harus mendapat sanksi hukum yang tegas. Sanksinya lebih tegas dari masyarakat umum karena sebagai anggota Polri semestinya dia menjadi contoh yang baik untuk masyarakat,” tandasnya lagi. (way)

Facebook Comments