Radar Kendal

Begini Penjelasan Bupati Mirna Terkait Kedatanganya ke Kejati

Penjelasan Bupati Mirna

BANTAH – Bupati Mirna Annisa bantah jika dirinya diperiksa di Kejati. Dia mengaku diundang Aspidsus untuk berkoordinasi kasus korupsi mading elektronik di Disdikbud tahun 2016.
NUR KHOLID MS

KENDAL– Bupati Kendal, Mirna Annisa, membenarkan dirinya datang ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Rabu (26/9). Namun, dia membantah jika kedatangannya untuk menjalani pemeriksaaan.

“Benar, saya datang ke Kejati. Sebagai pimpinan dari OPD, hanya diminta untuk berkoordinasi saja. Bertemu dengan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) dan ngobrol-ngobrol. Gitu aja, tidak lebih dan tidak kurang,” katanya ditanya wartawan saat berada di bus menuju TPA Darupono, Kamis (27/9).

Mirna membantah jika dirinya kucing-kucingan dengan sejumlah awak media yang tengah melaksanakan tugas peliputan. Dia justru mengaku tidak mengetahui jika sudah ditunggu wartawan. Secara prinsip, Mirna bahkan menyatakan mendukung upaya penindakan dan penegakan hukum terhadap pemberantasan korupsi di Kendal. Tidak hanya dalam kasus Mading saja, dirinyapun mempersilahkan Kejaksaan untuk menindak semua proyek di Kendal yang memang bermasalah atau rentan terjadi korupsi.

“Saya ingin membangun Kendal secara serius, sehingga masyarakat ini betul-betul bisa menikmati pembangunan yang telah dikerjakan. Jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan begitu banyaknya menjadi sia-sia. Setiap tahun membangun tapi tidak tampak hasilnya,” timpalnya.

Mirna berharap kasus itu bisa menjadi pembelajaran bagi semua OPD agarjangan bermain-main dengan proyek. “Masyarakat sudah cerdas, semua bisa melakukan pengawasan. Jika memilih pelaksana proyek juga harus yang kompeten, sehingga hasilnya bisa maksimal,” tukasnya. (nur)

Facebook Comments