Radar Kendal

Tenang, Penghasilan Rendah Bisa Dapat Hunian Murah

Rumah Tinggal MBR

PELETAKAN – Bupati Kendal Mirna Annisa bersama sejumlah pejabat terkait melakukan peletakan batu pertama rumah tinggal MBR di Desa Curugsewu, Patean, kemarin.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Kabar gembira untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Kendal, mereka kini bisa memiliki hunian murah karena adanya subsidi pemerintah. Melalui program Academy Business Community Government (ABCG), PT Bank Tabungan Negara (BTN) melaksanakan pilot project KPR BTN Mikro dengan skim baru. Pilot project itu menggandeng Undip Semarang, Pemkab Kendal, Kementerian PUPR, BPN, dan komunitas setempat.

Dalam skim tersebuu, masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendapatkan pinjaman untuk membeli lahan. Sementara PUPR akan memberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pemkab Kendal mendukung pembangunan perumahan swadaya berbasis komunitas tersebut terutama bagi masyarakat yang membutuhkan rumah tinggal. Pemkab Kendal menyambut baik atas langkah yang dilakukan BTN kerjasama dengan empat pihak, yakni akademisi, dunia usaha atau bisnis, komunitas dan Pemerintah. Sehingga masyarakat berpenghasilan rendah nantinya memiliki masa depan dengan rumah tinggal yang dimilikinya.

“Program ini sungguh luar biasa. Di mana masyarakat kecil khususnya yang berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah tinggal untuk masa depan melalui model keberpihakan pembiyaan perumahan melalui KPR BTN Mikro,” kata Bupati Mirna Annisa, usai peletakan batu pertama rumah tinggal MBR di Desa Curugsewu, Patean, Kamis (27/9).

Mirna berharap, program tersebut bisa berkelanjutan setiap tahunnya dalam rangka mendukung program pemerintah pusat terkait perumahan bagi rakyat, khususnya yang berpenghasilan rendah. “Harapan kami, program ini bisa direalisasikan di desa-desa, tiap desa ada 100 rumah bagi warga MBR. Dengan begitu, mereka yang bekerja mikro dengan penghasilan rendah memiliki masa depan bagi keluarganya,” terangnya.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, sebagai pilot project, Kendal menjadi kabupaten pertama yang mengaplikasikan KPR BTN Mikro dengan skema ABCG. Program itu dapat diakses oleh konsumen dari kalangan MBR, maupun bagi yang belum memiliki tanah atau rumah. “MBR yang dibidik dalam skema ABCG adalah mereka yang hidup di rumah kontrakan, di lingkungan yang tidak layak huni. Sebagian dari mereka berprofesi sebagai pekerja honorer seperti guru tidak tetap, wirausaha, pegawai swasta dan lainnya,” katanya.

BTN juga telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemkab Kendal dan Undip mengenai Pemenuhan Kebutuhan Rumah dan Lingkungan yang Layak dan Terjangkau bagi MBR dengan kolaborasi ABCG di Kendal. “Jika pilot project ini sukses, kami akan menjajaki kerjasama dengan sekitar 30 pemerintah daerah atau kabupaten di seluruh nusantara dengan estimasi target penyaluran KPR BTN Mikro dengan skim ABCG untuk sekitar 2.000 unit,” tukasnya. (nur)

Facebook Comments