Radar Kajen

Ratusan Siswa SMA Ini Diajari Berwirausaha dan Diberi Modal

Asip di SMAN 1 Bojong

TANDA TANGAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menandatangani deklarasi sekolah kewirausahaan di SMAN 1 Bojong, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Ratusan siswa di SMA Negeri 1 Bojong, Kabupaten Pekalongan, dilatih berwirausaha. Tidak tanggung-tanggung, mereka dibentuk secara berkelompok dan diberi modal usaha.

Untuk memantapkan langkah enterprenuer sejak dini ini, deklarasi sekolah kewirausahaan pun dilakukan oleh kepala sekolah dan para guru setempat, dalam nuansa acara Dies Natalies SMA Negeri 1 Bojong ke-28, kemarin. Deklarasi itu ditandai dengan pemecahan tempayan oleh kepala sekolah dan diakhiri dengan pelepasan balon oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Kepala SMA Negeri 1 Bojong, Bambang Wirudi mengatakan, sebanyak 925 siswa di sekolahnya telah dibekali semangat kewirausahaan. Mereka terbagi dalam 36 kelompok dengan beberapa jenis usaha, di antaranya kerajinan, pengolahan dan budidaya.

“Meskipun kami SMA bukan SMK, namun penanaman jiwa kewirausahaan itu penting. Mengingat, persentase kelulusan ke perguruan tinggi hanya 40 persen, sedangkan yang 60 persen sudah kembali ke masyarakat. Jadi mental-mental wirausaha perlu kita tanamkanml. Sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka akan tahu apa yang akan mereka lakukan,” jelasnya.

Untuk modal, kata dia, para siswa diberi bantuan dari sekolah dan dari Direktorat Pembinaan SMA. Bantuan itu dalam bentuk modal untuk dikembangkan menjadi usaha.

“Pasarnya masih kita bangun, mulai dari pemanfaatan car free day, dan event-event rutin lainnya. Nanti akan kita bangunkan lapak,” kata dia.

Sementara, Bupati Asip Kholbihi berpesan kepada seluruh siswa, bahwa di zaman sekarang ini bukanlah yang kuat yang akan menang. Tapi siapa yang berinovasi, pikirannya terbuka, dan bisa membaca fenomena yang ada di luar ialah yang akan menjadi pemenang. Hal ini juga sudah dilakukan di mancanegara, dimana 70-80% pendidikannya adalah pendidikan keterampilan dan sisanya baru akademik. Ini menunjukan betapa pentingnya keterampilan untuk menatap masa depan yang lebih baik. Deklarasi sekolah kewirausahaan inilah salah satu bentuk upaya pendidikan keterampilan.

Sistem sekolah kewirausahaan ini adalah dimana siswa diberi kebebasan untuk berwirausaha apapun yang modalnya berasal dari sekolah sebesar satu juta rupiah. Sehingga ketika nanti usahanya sudah berhasil, modal yang diberikan bisa dikembalikan kepada sekolah lagi. Bahkan menurut bupati, Bank Jateng pun siap membantu program sekolah kewirausahaan ini dari segi permodalan.

“Anak-anak dilatih wirausaha, dikasih modal oleh pak kepala sekolah satu juta, nanti kui kudu dibalekno kui modale kui. Sesok di diputer, direcycling dikembalikan lagi kepada anak didiknya. Nanti kalau kurang jangan khawatir bank jateng siap ngasih modal ya 100 juta lah kalu mau”, tutur Bupati

Bupati berharap kebijakan yang diambil pihak sekolah SMA 1 Bojong ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain agar bisa mendesain kebijakan yang berbasis pada kewirausahaan atau enterpreuner. Tentunya Pemkab akan membantu terutama pada aspek hasil karya siswa ini, karena yang perlu di share keluar. Sehingga nanti kita bisa pasarkan secara lebih maslahat.

Pada akhir sambutannya, Bupati berjanji akan memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang berprestasi di bidang akademik, sebagai penyemangat para siswa-siswi di kabupaten pekalongan pada umumnya, dan siswa-siswi SMA Negeri Bojong pada khususnya dalam melakukan kegiatan di sekolah. Seperti Misalnya Beasiswa sebesar lima juta per tahun untuk siswa yang mau kuliah di AKN (Akademi Komuninat Negeri) Kajen dan menjadi Mahasiwa yang paling pintar di AKN Kajen. Kemudian untuk UNDIP, Bupati juga diberi kuota lima anak berprestasi dari golongan yang tidak mampu, atau hafal Alquran di wilayah kabupaten Pekalongan untuk bebas memilih Jurusan yang disukai, dan gratis tanpa biaya sepeserpun. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan generasi-generasi baik meskipun dari kalangan ekonomi tidak mampu, yang akan membawa Kabupaten Pekalongan kearah yang lebih baik. (yan)

Facebook Comments