Radar Kajen

Parawat Rumah Sakit Ini Dilatih Tingkatkan Keterampilan Terapi Infus

RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan menggelar Workshop Penatalaksanaan Pemberian Cairan dan Penggunaan Syring Pump, di aula rumah sakit setempat, kemarin. Seperti apa? M Hadiyan, Kajen

Parawat Rumah Sakit Ini Dilatih Tingkatkan Keterampilan Terapi Infus

WORKSHOP – RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan menggelar Workshop Penatalaksanaan Pemberian Cairan dan Penggunaan Syring, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Workshop Penatalaksanaan Pemberian Cairan dan Penggunaan Syring Pump diikuti lebih dari 50 peserta itu bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam pemberian terapi cairan infus.

Kepala Bidanh Keperawatan, Rusdi yang juga ketua panitia pelaksanaan workshop, menyatakan, kegiatan ini digelar oleh Unit Diklat RSUD Kraton bersama bidang keperawatan. Setidaknya ada 50 peserta yang terdiri dari kepala ruang, perawat ruang, dan perawat instruktur klinik RSUD Kraton.

“Tujuan khusus kegiatan ini adalah, untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam segala hal, termasuk kemampuan memberi terapi cairan elektrolit kepada pasien,” kata Rusdi, kemarin.

Selain itu, diharapkan juga perawat dapat memahami tatalaksana kegawatdaruratan cairan dan elektrolit, memahami cara pencegahan terjadinya efek samping atau akibat dari pemberian terapi intrafena. Dan yang tak kalah penting, perawat juga harus mampu mengoperasikan alat syring pump dengan benar,” lanjut dia.

Sebab, kata Rusdi, hampir di semua ruang perawatan RSUD Kraton, telah menggunakan alat syring pump. Ini adalah salah satu keunggulan dalam pelayanan rawat inap di RSUD tersebut.

“Dalam workshop ini, ada materi tambahan supaya tentang pelayanan prima di RSUD Kraton. Terapi cairan adalah hal yang dilakukan hampir setiap saat di RSUD Kraton. Sementara, sekarang banyak ruangan yang sudah m nggunaoan alat syring pump. Supaya tetesannya itu bisa tepat dan dosisnya sesuai,” tandasnya.

Sementara, Wadir pelayanan RSUD Kraton, dr Zaki Mubarok mengaku, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Bahkan ia berharap, kegiatan workshop dapat dilakukan secara rutin agar ada upgrade ilmu dan keterampilan semakin terjaga. Dengan adanya pelatihan ini, kualitas pelayanan menjadi baik, dan RSUD dapat menjadi rujukan pertama masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan

Facebook Comments