Radar Kendal

Waspadai Kampanye Memecah Belah

Waspadai Kampanye Memecah Belah

PIMPIN APEL – Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fajari memimpin langsung apel tiga pilar di pendopo kabupaten, kemarin.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono dan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fajari memimpin langsung apel tiga pilar di Pendopo Kabupaten Kendal, Rabu (26/9). Menghadapi Pileg dan Pilpres 2019, Kapolda meminta masyarakat untuk mewaspadai pola-pola kampanye yang memecah belah bangsa.

Apel melibatkan tiga pilar, yakni kades/lurah, Babinkamtibmas dan Babinsa se Kabupaten Kendal. Bupati Mirna Annisa dan Wabup Masrur Msykur juga ikut hadir. “Kita ingin mengawal proses pemilu yang aman, damai, dan kondusif. Maka memasuki tahap kampanye ini, kami mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai model kampanye yang berupaya memecah belah bangsa. Hati-hati dengan persebaran ujaran kebencian dan hoax. Karena yang ramai selam tujuh bulan ke depan terutama di media sosial, bukan di kehidupan nyata sehari-hari,” pesan Kapolda.

Karena itu, Kapolda mengajak masyarakat pengguna media sosial untuk menjadi bagian dari solusi yang meminimalisir potensi persebaran kampenye yang memecah belah. Menurutnya, Jateng punya pengalaman penyelenggaraan pilkada serentak 2018 lalu yang berlangsung aman dan kondusif. “Maka peran tiga pilar ini amat vital dalam mengawal pesta politik. Mari rebut simpati dan kepercayaan masyarakat,” ucapnya.

Sementara Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fajari meminta tiga pilar yang ada di desa tersebut tetap menjaga kekompakan, soliditas, dan persaudaraan. Dia menyebut, giat apel tiga pilar merupakan insisiasi cemerlang dari Kapolda Jateng, menimbang strategisnya peran tiga pilar tersebut.

“Jadi pada posisi yang strategis inilah Polda dan Kodam akan selalu bersama-sama dengan pemerintah daerah menguatkan soliditas, kekompakan, dan kerjasama, sehingga keberadaan tiga pilar bisa menjawab permasalahan di wilayah, menjadikan kondisi masyarakat seperti yang diidam-idamkan,” katanya.

Konsep soliditas itu menurut Kasdam terwujud ketika tiga pilar tidak tergoyahkan. Karena itu, mereka dituntut tak mudah digiring untuk kepentingan-kepentingan lain, sebaliknya tetap fokus memihaki kepentingan masyarakat.

“Memang fungsi masing-masing berbeda, yang penting mau bersinergi. kades lurah pada fungsi pembangunan perekonomian dan pemerintahan, sementara Babinkamtibmas pada kemananan ketertiban masyarakat, dan Babinsa pada fungsi pertahanan dan keamanan negara. Meski fungsi berbeda, tetapi tetap saling mengisi untuk tujuan bersama yang optimal,” ujarnya. (nur)

Penulis: Nur Kholid MS

Facebook Comments