Radar Kendal

Keren, Siswa SMK Ini Sulap Dedaunan Jadi Pomed

Keren, Siswa SMK Ini Sulap Dedaunan Jadi Pomed

MINYAK RAMBUT – Pomed produksi SMK Bina Utama dibuat dari bahan alam.
AKHMAD TAUFIK

KENDAL – Kreatifitas itu memang tanpa batas. Abak-anak SMK Bina Utama kendal membuktikan pameo itu, selama setahun ini berhasil membuat pomed atau minyak rambut berbahan dasar dedaunan.

Menariknya, produk kreatif itu justru diciptakan para siswa yang sebagian besar mengambil jurusan mesin dan otomotif. “Ini menjadi sebuah bukti bahwa kretifitas itu tanpa batas. Nyatanya, siswa SMK yang terbiasa bergelut dengan mesin, sepeda motor, komputer, justru dapat menciptakan produk yang memiliki nilai jual di luar kemampuan akademik atau jurusannya. Kebetulan kalau di SMK Bina Utama memiliki program Kewirausahaan Berbasis Omset, yang di dalamnya menampung anak-anak yang mampu menghasilkan sebuah produk kreatif yang memiliki nilai jual,” ungkap salah satu guru pembimbing di Kewirausahaan Berbasis Omset SMK Bina Utama, Vera All Hasanah.

Menurut dia, program Kewirausahaan Berbasis Omset tersebut bertujuan menjembatani bakat siswa, sehingga produk yang diciptakan lebih terarah, terutama dalam proses pemasarannya. Pomed ciptaan siswa SMK Bina Utama tersebut terbilang unik karena bahan-bahan yang digunakan mengmbil dari alam. Ada dua jenis pomed, yakni daun waru dengan fungsi menghitamkan rambut dan menghilangkan ketombe serta membuat ganteng maksimal. Sesuai dengan namanya menggunakan bahan dasar daun waru.Kedu pomed daun rambutan( dengan bahan dasar daun rambutan) dengan manfaat mencegah uban dan membuat rambut menjadi lembab.

“Untuk pomed memang sementara hanya ada 2 varian, yakni daun waru dan daun rambutan. Ke depan akan dikembangkan lagi. Pomed tersebut per biji dijual seharga Rp 25 ribu dan sampai dengan saat ini sudah banyak terjual. Ke depan rencananya membuat pomed khusus untuk anak kecil,” imbuh Vera.

Sementara itu, Kepala SMK Bina Utama Kendal, Susandari SPd sangat mengapresiasi hasil kretifitas dari anak didiknya. Hal tersebut dapat menjadi solusi untuk anak-anak yang ingin menjadi enterprenuer, karena sampai dengan saat ini sudah banyak produk kreatif yang diciptakan anak-anak SMK Bina Utama.

“Bagi kami, ini hal yang baik, karena mau tidak mau lulusan SMK dituntut tidak hanya siap kerja, namun juga siap berwirausaha. Meskipun selama ini SMK Bina Utama berbasis Industri. Setiap anak punya pilihan masing-masing saat lulus nanti, ada yang mau kerja, ada yang kuliah, ada juga yang langsung menikah dan ini bertambah salah satu pilihan bagi yang ingin membuka usaha. Tentunya pihak sekolah sangat mendukung kreatifitas anak-anak tersebut,” katanya. (fik)

Penulis: Akhmad Taufik

Facebook Comments