Metro Pekalongan

Ada yang Minat? Pengelolaan 32 Titik Parkir Ini Dilelang

Ada yang Minat , Pengelolaan 32 Titik Parkir Ini Dilelang

TITIK PARKIR – Inilah salah satu titik parkir di tepi jalan umum di Kota Pekalongan yang akan dilelang pengelolaannya.
WAHYU HIDAYAT

KOTA – Dalam rangka memudahkan pengawasan dan memaksimalkan pendapatan dari sektor parkir, Dinas Perhubungan Kota Pekalongan akan melelang pengelolaan 32 titik parkir di tepi jalan umum Kota Pekalongan.

Sekretaris Dishub, Apriliyanto, menjelaskan 32 titik parkir yang dilelang pengelolaannya ini berada di sebagian 16 ruas jalan di kota batik. Perinciannya, berada di ruas Jalan Cokroaminoto (1 titik), Jl Dr Wahidin (1), Jl Gajah Mada (1), Jl Hayam Wuruk (2), Jl Irian (1), Jl Jeruk (1), Jl Kartini (1) Jl Kemakmuran (3), Jl KH Mansyur (1).

Kemudian di Jl Progo (1), Jl Sultan Agung (11), Jl Seruni (2), Jl Salak (1), Jl Urip Sumoharjo (2), Jl Veteran (2), dan Jl Angkatan 45 ada 1 titik.
“Sebanyak 32 titik parkir dari total 300-an titik parkir di Kota Pekalongan akan kita lelang,” kata Apriliyanto, Rabu (26/9).

Disampaikan Apriliyanto, pengumuman lelang telah dilaksanakan sejak 24-26 September 2018. Adapun pendaftaran peserta lelang dilaksanakan pada Kamis (27/9), dilanjutkan dengan pelaksanaan, dan penetapan pemenang lelang pada Jumat (28/9). Kemudian penandatanganan kerjasama antara pemenang lelang dengan Pemkot Pekalongan akan dilaksanakan pada 1 Oktober 2018.

“Kerja sama layanan jasa pengelolaan perparkiran di tepi jalan umum ini untuk jangka waktu tiga bulan, mulai Oktober sampai Desember 2018,” jelas Apriliyanto, Rabu (26/9).

Adapun persyaratan peserta lelang, diantaranya berbadan hukum, sanggup membayar jaminan kerjasama sebesar 50% dari nilai kontrak. “Selain itu memiliki kemampuan menyediakan fasilias e-parking berbasis IT yang terintegrasi dengan fasilitas di Dishub, minimal 20% dari jumlah titik parkir yang dilelang,” terangnya.

Apriliyanto membeberkan, kegiatan lelang pengelolaan titik parkir ini dilakukan menindaklanjuti rekomendasi dari DPRD atas target yang harus dipenuhi. “Target yang ditetapkan oleh DPRD itu adalah hasil analisis UNS, yang mana target sampai di anggaran Perubahan tahun ini ditetapkan sebesar Rp1,2 miliar,” katanya.

Hal itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan evaluasi terhadap beberapa titik parkir. “Yang mana titik parkir ini yang sampai sekarang kurang tertib dalam memenuhi ketentuan pengelolaan parkir,” tutur Apriliyanto.

Disamping itu, lanjut dia, Pemkot melalui Dishub sudah punya rencana bahwa di tahun 2019 semua titik parkir yang berjumlah lebih dari 300 titik akan dikelompokkan dan dilelang pengelolaannya.

Ke depan, ungkapnya, tak ada lagi titik-titik parkir di tepi jalan umum yang dikelola secara perorangan, melainkan dikelola oleh kelompok atau koperasi berbadan hukum. “Dengan begitu, kontrolnya akan lebih mudah,” ujarnya.

Lelang pengelolaan titik parkir ini, imbuh Apriliyanto, juga dalam rangka meningkatkan kinerja. Sebab, setelah pengelolaan titik parkir itu dilelang dan sudah diteken penandatanganan kontrak kerja sama, penerimaan retribusi parkirnya akan langsung disetorkan ke Kas Daerah di Dinas Pendapatan Daerah.

“Setor penerimaan parkirnya tidak lagi di Dishub. Dishub hanya mendapatkan bukti setor, dengan begitu akan lebih bisa dipertanggungjawabkan dan mengurangi risiko, prasangka negatif maupun su’udzon terhadap petugas di Dishub,” ungkapnya.

Salah seorang juru parkir, Amat, mengharapkan ke depannya kesempatan mengikuti lelang titik parkir ini dibuka lebih luas, dengan persyaratan yang lebih mudah. Kemudian, syarat minimal nilai penawarannya bisa lebih kecil. Sehingga, mereka yang bermodal lebih kecil bisa ikut serta. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat

Facebook Comments