Radar Batang

Gara-gara Ini, Kades Sumur Banger Terancam Dipecat

BATANG – Sudah jatuh ketimpa tangga. Itulah nasib Kepala Desa (Kades) Sumur Banger, Kecamatan Tersono, Minal Khosirin. Setelah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang, ia dipastikan akan mendapatkan sanksi tegas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang. Sanksi tersebut bisa sampai pemberhentian secara tidak terhormat.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Batang, Tulyono, saat ditemui, Rabu (26/9).

“Belajar dari kasus sebelumnya, yakni kasus tukar guling yang dilakukan oleh Kades Yosorejo, Kecamatan Gringsing. Di mana setiap ASN yang tersandung kasus hukum akan diberhentikan dari jabatannya. Namun, pemberhentian itu harus melalui proses yang berlaku,” katanya.

Ia mengatakan, dengan ditahannya Kades Sumur Banger, maka jabatan Kades saat ini digantikan oleh Sekertaris Desa, untuk menutupi kekosongan kursi tersebut.

“Kita masih menunggu pembuktian dari hasil persidangan. Nantinya, setelah ada salinan dari kejaksaan dan dikirim ke Bupati Batang, maka akan dikeluarkan SK pemberhentian,” terangnya.

Menurutnya, Pemkab Batang sudah berupaya maksimal untuk meminimalisir adanya penyelewengan dana desa. Berbagai cara telah dilakukan, mulai dari memberikan pendampingan, pelatihan, dan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Batang.

“Saya kira usaha kita sudah maksimal. Kita sudah siapkan tiga orang pendamping di tiap Kecamatan yang ada. Yang mana pendamping itu siap mendampingi dan mengawasi penggunaan anggaran dana desa,” jelasnya.

Sekarang, kata Tulyono, hanya perlu adanya kesadaran dari tiap Kades itu sendiri. “Para Kades perlu membangun dan menata lagi moral serta etikanya. Sebab, segala cara telah dilakukan Pemkab Batang untuk menekan penyelewengan itu,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Batang menahan Kades Sumur Banger setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa tahun anggaran 2015-2017.

Adapun jenis kegiatan yang disalahgunakan dari Dana Desa tiga periode itu di antaranya pembangunan drainase sebanyak empat titik diwilayah desa setempat dan pembangunan gapura desa, gedung PAUD, PKD serta pavingisasi.

Ada empat kegiatan pembangunan drainase, dari keempat pembangunan itu, setelah dilakukan penghitungan oleh Dinas PUPR Kabupaten Batang ditemukan adanya kerugian negara yang mencapai Rp 228.685.159.

Kemudian di kegiatan lain, seperti pembangunan gapura desa, gedung PAUD, PKD dan pavingisasi, berdasarkan hitungan Dinas PUPR Kabupaten Batang, ada kekurangan pekerjaan atau anggaran sebesar Rp200.303.952.

Sehingga, apabila dikalkulasi dari periode 2015-2017, maka total penyimpangan anggaran yang dilakukan oleh Kades Sumur Banger ini mencapai Rp 428.989.112. (fel)

Facebook Comments