Radar Kajen

DPRD Desak Perbaikan Bendungan Kaliwadas

Istimewa
DESAK – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pekalongan menggelar rapat bersama perwakilan BBWS Pamali Juana untuk mempertanyakan progres pembangunan Saluran Irigasi Induk di Kaliwadas Kesesi.

KAJEN – Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan mendesak untuk percepatan perbaikan saluran irigasi Induk yang ada di Wilayah Kesesi. Sejumlah wakil rakyat pun mendatangi Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, di Semarang kemarin.

Dalam Kunjungan di Kantor BBWS Pamali Juana, Wakil Pimpinan dan Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan ditemui perwakilan pejabat BBWS Pamali Juana. Mereka mempertanyakan secara langsung terkait pembangunan saluran irigasi induk yang dimanfaatkan oleh petani Kabupaten Pekalongan dan Pemalang.

Seperti diungkapkan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Catur Ardiansyah. Kata dia, rapat kerja Komisi C DPRD dengan BBWS pemali juana merupakan tindak lanjut pertemuan di Jakarta. Yaitu mengenai kondisi saluran irigasi induk wilayah Kesesi yang rusak. Karena saluran irigasi tersebut merupakan salah satu irigasi yang diandalkan petani agar air bisa sampai ke area pertanian warga.

“Kerusakan saluran irigasi induk tersebut cukup berpengaruh terhadap hasil pertanian. Apalagi saluran irigasi itu meliputi tiga kecamatan yaitu Kesesi, Sragi dan Siwalan. Begitu pula untuk wilayah Pemalang yaitu petani wilayah Bodeh,” terangnya.

Dari hasil pertemuan di Kantor BBWS Pamali Juana di Semarang kemarin, Perbaikan sudah dalam tahap perencanaan konsultan. Renacananya, tahun 2019 bisa dimulai untuk pembangunan saluran irigasi Induk Bendungan Kaliwadas Kecamatan Kesesi.

“Alhamdulilah di tahun ini perncanaan sudah selesai dan tahun depan pekerjaan di laksanakan semoga bermanfaat bagi para petani khususnya di wilayah Kecamatan Kesesi. Mudah mudahan dengan perbaikan saluran irigasi induk, air bisa sampai secara maksimal di area pertanian warga, dengan begitu hasilpun bisa meningkat,” harapnya.

Terpisah, salah seorang petani asal Kecamatan Siwalan, Slamet, mengaku bahwa selama musim kemarau banyak petani yang sulit mendapatkan air. Hal itu dikarenakan saluran irigasi yang bocor dan rusak. Dengan begitu, air tidak sampai di area pertanian.

“Kalau musim kemarau petani sudah menyiasati dengan membuat sumber air melalui bor dan adapula yang nyedot dari kalim namun hasilnya kurang maksimal. Mudah mudahan dengan adanya perbaikan, petani tidak lagi kesulitan air,” imbuhnya. (yon)

Facebook Comments