Metro Pekalongan

Antisipasi Limpas, Ketinggian Tanggul Perlu Ditambah

DOK SETWAN
SIDAK – Pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan saat melakukan sidak di lokasi pembangunam tanggul rob, Selasa (26/9). Selain tanggul rob, sidak juga dilakukan di empat lokasi pembangunan lainnya.

*Pemkot Harus Siapkan Anggaran Pemeliharaan

KOTA – Pemkot Pekalongan diminta menyiapkan anggaran pemeliharaan untuk tanggul rob raksasa yang dibangun Kementrian PUPR. Sebab kondisi tanggul diprediksi akan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, sehingga dibutuhkan penambahan ketinggian untuk mengantisipasi agar tanggul tidak terlimpas air rob dan keberadaanya tetap berfungsi optimal.

Kesimpulan tersebut didapat rombongan Komisi B DPRD Kota Pekalongan saat melakukan sidak ke lokasi pembangunan tanggul, Selasa (26/9). Berdasarkan masukan dari pelaksana proyek, pemeliharaan tanggul dengan cara menambah ketinggian mutlak diperlukan.

“Dari hasil diskusi, kami mendapatkan masukan bahwa harus ada dana pemeliharaan untuk peninggian tanggul. Karena dari pengalaman rob tertinggi kemarin, ketinggian tanggul hanya tersisa setengah meter,” tutur Wakil Ketua Komisi B, Budi Setiawan.

Kondisi tersebut dikatakan Budi sangat rawan. Apalagi dalam beberapa tahun mendatang diprediksi ketinggian tanggul akan terus berkurang. “Jadi ini perlu dikejar. Harus ada anggaran pemeliharaan untuk peninggian tanggul, sehingga tanggul tidak limpas dan pembangunannya tidak sia-sia serta dapat terus bermanfaat bagi masyarakat khususnya yang terdampak rob,” tambahnya.

Dia memperhitungkan, pembangunan tanggul akan selesai pada akhir 2019, di tahun berikutnya tanggul akan diserahkan ke Pemkot Pekalongan. Sehingga setidaknya pada 2021 mendatang anggaran pemeliharaan sudah harus disiapkan. “Nanti akan dihitung dulu berapa kubik yang dibutuhkan berdasarkan lebar dan panjang tanggul. Setelah itu baru bisa didapat berapa anggaran yang dibutuhkan dan segera harus dikejar,” jelasnya.

Pengawas Proyek Pembangunan Tanggul, Hendra, saat berdiskusi dengan anggota Komisi B menjelaskan bahwa ketinggian tanggul yang dibangun yakni 3 meter dari permukaan tanah sekitar. Dia menyatakan, saat rob mencapai puncaknya beberapa waktu lalu ketinggian tanggul memang hanya tersisa setengah meter.

“Untuk ketinggian sudah diperkirakan tapi kejadian rob kemarin memang diluar prediksi dan sangat tinggi,” jelasnya.

Mengenai progres pembangunan, dia menjelaskan bahwa saat ini progres pengurugan tanggul paket II wilayah Kota Pekalongan sudah tuntas yakni sepanjang 1,8 kilometer. Sisanya yakni 500 meter, masuk ke wilayah Kabupaten Pekalongan yang saat ini masih dalam proses pembebasan lahan. “Tapi dalam pertemuan kami kemarin, sudah disepakati pembangunan bisa dilanjutkan karena warga sudah setuju itu dibangun,” katanya.

Selain melanjutkan pengurugan tanggul, pelaksana juga tengah menggarap pembangunan long storage di bagian selatan tanggul dengan lebar 10 meter. Di bagian selatan long storage juga akan dibangun rumah pompa. “Long storage dibangun selebar 10 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Di bagian selatan akan dibangun rumah pompa,” jelasnya.

Namun untuk mengantisipasi datangnya musim hujan dalam waktu dekat, dikatakan Hendra pihak pelaksana akan terlebih dulu menyiapkan pompa mobile sebanyak 18 unit untuk menanggulangi sebelum rumah pompa berdiri. “Pompa mobile ini untuk sementara guna menanggulangi musim hujan dalam waktu dekat dengan besaran kapasitas pompa yang beragam,” tambahnya.

Selain di lokasi tanggul rob, Komisi B juga melakukan sidak ke beberapa lokasi pembangunan lain yakni Jalur Interchange Tol Pemalang-Batang, pembangunan gedung baru Dinas Lingkungan Hidup, pengecoran jalan di Jalan Pelita III, Kelurahan Jenggot serta yang terakhir yakni pembangunan tanggul rob. (nul)

Facebook Comments