Metro Pekalongan

Kampanye, KPU Fasilitasi APK

Fasilitasi APK dari KPU

KOTA PEKALONGAN – KPU Kota Pekalongan memfasilitasi pembuatan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa baliho dan spanduk baik bagi parpol maupun tim pasangan capres-cawapres peserta pemilu dalam masa kampanye. Tiap parpol dan tim pasangan capres-cawapres, akan difasilitasi pembuatan baliho sebanyak 10 buah per kelurahan dan spanduk sebanyak 16 buah per kelurahan.

Pembuatan APK fasilitasi dari KPU, masih menunggu desain dari masing-masing parpol maupun tim pasangan capres-cawapres. “Saat ini kami masih menunggu desain. Kalau sudah masuk akan kami cetak untuk fasilitasi dalam masa kampanye,” terang Ketua KPU Kota Pekalongan, Basir, kemarin.

Namun selain fasilitasi dari KPU, dikatakan Basir parpol maupun tim kampanye capres-cawapres diperbolehkan membuat tambahan APK sendiri yakni maksimal 5 buah per kelurahan dan spanduk maksimal 10 buah per kelurahan. Basir menjelaskan, desain APK bagi parpol dapat berisi logo, visi misi, program, dan foto tokoh yang melekat dengan parpol. “Misalnya pengurus tingkat kota atau tokoh pusat, bisa disertakan dalam desain APK,” tambahnya.

Sedangkan untuk gambar caleg, Basir mengatakan bahwa parpol diminta dapat berkoordinasi sendiri dengan seluruh caleg untuk pembagian pencantuman gambar caleg pada baliho.

“Jadi nanti dapat disiapkan dan dibagi berapa caleg yang dicantumkan dalam setiap baliho agar seluruh caleg dapat terakomodir dalam setiap APK yang dibuat. Penempatannya juga sudah diatur dalam Perwal Nomor 56 Tahun 2018,” katanya.

Selain APK, parpol, caleg dan tim paslon juga diperbolehkan membuat bahan kampanye baik berupa selebaran, brosur, stiker, pamflet, kaos, topi, kalender, pin maupun barang lainnya namun dibatasi biaya pembuatan maksimal Rp60 ribu per item. Kemudian, parpol, caleg dan tim paslon juga diperbolehkan berkampanye lewat sosial media. KPU sudah meminta akun sosial media masing-masing peserta pemilu untuk didaftarkan agar dapat digunakan berkampanye.

“Pendataran akun sosial media untuk Facebook dan Instagram masing maksimal 10 akun. Akun yang didaftarkan itu yang nantinya bisa untuk berkampanye. Kemarin sudah, jumlahnya beragam ada yang hanya satu sampai ada yang mencapai jumlah maksimal. Jika ada akun yang tidak didaftarkan tapi turut berkampanye, itu nanti masuk ranah pengawasan dari Bawaslu.

Kampanye bagi parpol, caleg dan paslon, sudah dimulai pada 23 September 2018 hingga 13 April 2018. Kampanye yang diperbolehkan yakni pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran APK dan bahan kampanye serta kampanye lewat sosial media. Sedangkan untuk kampanye lewat media massa, baik cetak, elektronik maupun media berjejaring baru dapat dilakukan mulai 24 Maret 2019 mendatang. (nul)

Facebook Comments