Radar Batang

Bulan Ini Ada Tiga Ibu Melahirkan Meninggal

Sumpah Janji Bidan

BERAKSI – Bupati Wihaji beraksi dengan ratusan CPNS yang dilantik sebagai PNS, usai mengambil sumpah janji, kemarin. Secara khusus, Bupati meminta para bidan menekan angka AKI.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Sebanyak 202 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Batang yang telah lolos dalam tahapan seleksi kemarin dilantik menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan status Pejabat Fungsional, Rabu (26/9). Sebagian besar yang dilantik berstatus bidan desa, sehingga Bupati Wihaji meminta mereka berperan aktif dalam menekan angka kematian ibu melahirkan (AKI) di Batang yang masih tinggi.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Batang, Wihaji, di aula Pemkab setempat, Rabu (26/9).

“Bersyukurlah apa yang menjadi harapan dan keinginan kalian semua dapat terlaksana. Akan tetapi, pesan saya tolong dijaga perilaku sebagai PNS. Karena dalam undang undang kepegawaian seorang PNS dinilai dari loyalitas, kinerja, dan integritas,” kata Bupati.

Jadi, kata dia, tidak hanya kewenangan seorang PNS yang diatur, tapi pribadipun diatur dalam peraturan pemerintah (PP). Sebagai contoh, jika ingin cuti maka harus ijin dari pemerintah, sehingga seorang PNS harus bisa menjaga perilaku dan perbuatan serta ucapannya.

“Karena sudah menjadi ASN daerah, maka kalian harus mendukung program program pemerintah. Seperti halnya seorang bidan harus bisa mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI),” terangnya.

Disebutkan Wihaji, di Kabupaten Batang pada tahun 2017 lalu angka kematian cukup tinggi, yakni ada 16 kasus AKI. Bulan September 2018 minggu ini sudah ada 3 kasus AKI sedangkan yang tercatat hingga saat ini sudah ada 13 kasus.

“Kalau berbicara soal kematian, maka itu urusan Allah. Akan tetapi, kita sebagai manusia harus berusaha dan mencegah, sehingga angka kematian Ibu dan anak dapat di tekan,” tegas Wihaji.

Bupati berpesan kepada bidan bidan desa untuk selalu nginceng (mengawasi) Ibu hamil. Ia meminta kepada para bidan agar melihat dan memperhatikan para Ibu hamil, apakah ada yang cacat kehamilannya maupun yang punya resiko tinggi, baik resiko penyakit maupun resiko melahirkan.

“Tolong koordinasi dengan puskesmas ataupun Dinas Kesehatan jika ditemukan hal hal yang diperlukan. Tidak hanya itu saja, hal lain yang diperlukan di luar seorang PNS. Yang terpenting seorang bidan harus bisa 3 S (senyum, salam, sapa). Jika ada masalah pribadi jangan dibawa dalam pekerjaan, bekerjalah secara profesional dan siap setiap saat jika dibutuhkan,” tandas Wihaji.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Batang, Alimudin menambahkan, sebanyak 202 orang yang dilantik itu didominasi oleh para bidan desa, dengan rincian 182 orang bidan desa, 4 orang penyuluh pertanian, satu orang pranata komputer, satu orang analis kepegawaian, dan dua orang panwat.

“Sebagaimana peraturan pemerintah bahwa 182 bidan tersebut harus berada di wilayah kerjanya dan bersedia setiap saat dibutuhkan. Bahkan harus siap 24 jam,” terang Alimudin.

Facebook Comments