Lain-lain

Ajak 90 Pejabat, Wihaji Teken Mou dengan Pemkot Semarang

Ajak 90 Pejabat, Wihaji Teken Mou dengan Pemkot Semarang

TANDA TANGANI – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, bersama Bupati Wihaji menandatangani nota MoU untuk pengembangan smart city di Kabupaten Batang, kemarin, di Balai Kota Semarang.
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Pemkab Batang rupanya serius menggarap smart city. Komitmen itu diperlihatkan Bupati Batang, Wihaji, yang bedol desa mengajak sekitar 90 jajaran OPD dan pihak terkait belajar smart city ke Pemkot Semarang sekaligus menandatangani MOU, Selasa (25/9), di Balai Kota Pemkot Semarang.

“Menjadi smart city tak cukup pamer jumlah aplikasi, tetapi terutama memaksimalkan pelayanan publik. Semoga MoU ini bisa memacu kualitas pelayanan publik kita sekaligus mendukung visit Batang 2022,” kata Bupati.

Menurut Wihaji, Pemkot Semarang dinilai berhasil dalam menerapkan berbagai aplikasi sebagai kota cerdas, sehingga menjadi rujukan nasional. Tak terkecuali Pemkab Batang pun ikut belajar.

Di kesempatan itu, jajaran Pemkab Batang juga berkesempatan mengunjungi ruang Pelayanan Informasi Publik (PIP) dan Command Centre Diskominfo Kota Semarang. Banyak aplikasi dan teknologi menarik yang mendukung smart city pemkot Semarang.

“Kita sengaja bedol desa, seluruh OPD kita ajak, karena kita memang niat belajar.Kita belajar dengan kota Semarang karena kita tidak jauh beda, yang membedakan hanya APBD nya,” kelakar Wihaji

Dia menilai, siapapun yang tak mau mengikuti perubahan niscaya ditinggalkan zaman, termasuk pemerintah daerah. Pemkab Batang sendiri saat ini mengelola 105 aplikasi, namun itu semua belum bisa dimaksimalkan

” Kita juga punya e-planing dan e-budgeting warisan dari pemimpin lama yang direkomendasikan KPK sebagi pusat rujukan. Tetapi kami ingin tetap belajar menjadi kota smart dan besar harapan kami, aplikasi bisa copy paste dan dibimbing,” harap Wihaji

“Kita punya smart village untuk memberikan pelayanan bagi desa dengan e-santunan kematian yang mendapatkan 1 juta yang data terintegrasi dengan dinas sosial, ini sebagai embrio kita menuju kota cerdas,” Kata Wihaji

Dalam kesempatan tersebut Wihaji juga mempromosikan Kabupaten Batang sebagai heaven of Asia, yang memiliki laut, daratan, dan pegunungan. “Kita masih mengembangkan destinasi baru dan ini menjadai prioritas kami karena kita memiliki alu gada apalu mau gua ada,” Kata Wihaji

Penandatanganan kerja sama tersebut tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) oleh Bupati Batamg Wihaji dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Ruang Lokakrida Kota Semarang Selasa (25/9/18).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, silaturahmi itu jangan dijadikan seremonial saja, tapi sebagai ajang shering untuk saling berbagi ilmu tentang pelayanan publik yang smart. “Pengembangan smarat city dimulai 2013 dengan nol anggaran, tapi kita menggandeng telkom, karena yang terpenting program masyarakat cepat terlayani. Bukan hanya banyak aplikasi, tapi bagaiman program bisa menfaat buat masyarakat,” Kata Henrar Prihadi

Lanjut Hendrar, fokus Pemkot adalah mengembangkan kota cerdas, sehingga banyak CSR. Akhirnya kita punya sistem pelayanan yang melayani dengan cepat. “Kecepatan inilah yang dibutuhkan masyarakat. Kita punya program pelaporan yang tinggal tekan sesuai SOP, tiga hari bisa terlayani. Padahal, setiap hari ada ribuan laporan yang masuk,” jelasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments