Metro Pekalongan

Bagi yang Sudah Mampu, Diharapkan Bisa Melepas Bantuan

Bagi yang Sudah Mampu, Diharapkan Bisa Melepas Bantuan

SERAHKAN SERTIFIKAT – Walikota Pekalongaj, Moch Saelany Machfudz saat menyerahkan sertifikat graduasi kepada keluarga penerima PKH yang sudah dinyatakan lulus atau graduasi.
M. AINUL ATHO

*Sebanyak 12 Penerima PKH Dinyatakan Lulus

KOTA PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan melalui Dinsos P2KB memberikan penghargaan berupa sertifikat lulus kepada 12 keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari empat kecamatan di Kota Pekalongan. Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz di Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Selasa (24/9) kepada tujuh keluarga dari Kecamatan Pekalongan Barat dan Selatan. Penghargaan bagi lima keluarga lainnya dari Kecamatan Pekalongan Utara dan Timur, akan diberikan Rabu (25/9).

Kepala Dinsos P2KB, Gunindyo, menjelaskan keluarga yang mendapatkan sertifikat tersebut merupakan keluarga penerima bantuan PKH yang sudah dinyatakan lulus atau graduasi secara mandiri. Mereka secaa sukarela melaporkan diri tidak lagi layak menerima bantuan PKH karena sudah masuk kategori mampu. Selain 12 keluarga tersebut, Dinsos P2KB juga telah memetakan 100 keluarga lain yang disiapkan untuk graduasi mandiri.

“Mereka yang sudah dinyatakan lulus atau graduasi, merupakan keluarga penerima PKH yang sudah dinyatakan tidak layak karena dinilai sudah mampu. Kami selalu melakukan monitoring, selain yang akan dinyatakan graduasi juga untuk memantau komponen-komponen dalam PKH. Misalnya anaknya yang sekolah sudah lulus berarti komponen bantuan untuk anak sekolah dicabut. Atau ibu hamil yang sudah melahirkan juga akan dicabut komponen bantuannya,” jelas Gunindyo.

Dia berharap, keluarga yang sudah merasa mampu dan tidak layak lagi menerima bantuan agar dapat mengajukan diri dengan melaporkan langsung ke Dinsos P2KB. “Harapan kami dari penerima manfaat sendiri yang melaporkan bahwa sudah merasa mampu atau tidak lagi masuk kategori layak menerima bantuan,” tambahnya.

Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz, mengaku bersyukur bahwa dari ribuan keluarga penerima manfaat sudah ada yang naik tingkat menjadi sejahtera. Untuk itu Walikota menyatakan perlunya penghargaan kepada keluarga yang sudah menyatakan diri mampu mandiri. “Tentu saja kami hargai mereka walaupun hanya lewat pemberian sertifikat,” kata Walikota.

Saelany juga menyatakan bahwa keluarga yang sudah lulus dapat menjadi contoh bagi keluarga lainnya. Karena dia yakin masih banyak keluarga penerima bantuan PKH yang sejatinya sudah masuk kategori mampu. “Saya yakin masih banyak yang seperti ini. Sudah bebas dari kemiskinan. Sehingga ini bisa menjadi contoh bahwa yang sudah mampu agar melepas bantuannya karena masih banyak warga kurang mampu lainnya yang masih berhak,” ucap Walikota.

Salah satu keluarga yang sudah dinyatakan graduasi atau lulus yakni keluarga Kustinah dari Kelurahan Bendan Kergon. Kustinah mengaku bahwa ia malu sendiri karena masih banyak keluarga lain yang kondisi ekonominya masih di bawah kondisi ekonomi keluarganya. “Saya pikir anak saya kan sudah besar-besar. Ada empat dua sudah lulus. Saya yakin di bawah saya masih banyak yang kurang dan anaknya banyak sehingga saya mengundurkan diri,” tuturnya.

Kustinah mengatakan, bantuan PKH yang diterimanya merupakan pemberian dari Pemkot Pekalongan tanpa dirinya mengajukan diri. Sehingga ketika merasa sudah mampu, dirinya ingin agar bantuan bisa dialihkan ke keluarga lain. “Kalau saya saat ini ada usaha jahit. Bapak selain kerja juga ada usaha ternak burung. Ya semoga bisa bantu-bantu ekonomi keluarga,” harapnya. (nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments