Radar Kajen

Perempuan Tewas Tertabrak Kereta, Kondisi Tubuhnya Mengenaskan

Tertabrak kereta

POTONGAN – Anggota Polsek Sragi tengah menunjukan potongan tubuh korban yang tertabrak Kereta Api di Desa Tengeng Wetan Kecamatan Siwalan, Selasa (25/9).
TRIYONO

SRAGI – Seorang perempuan tanpa identitas tewas mengenaskan tertabrak Kereta Api Argo Mulia di Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Selasa (25/9). Tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Informasi dihimpun, peristiwa naas terjadi sekira pukul 00.30, di Perlintasan Kereta Api Jalur hilir Km 97+6/7 Dukuh Kendayakan Rt 04 Rw 03 Desa Tengengwetan Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan.

Saat itu, kereta api Argo Mulya jurusan Jakarta-Surabaya melintas perlintasan jalur hilir Km 97+6/7. Dari dalam kereta api, masinis melihat ada seseorang yang berdiri di tengah rel perlintasan kereta api. Diduga korban tidak mengetahui adanya kereta api yang melaju, sehingga kereta api tersebut menabrak perempuan tersebut. Atas peristiwa itu, masinis Kereta Api langsung memberitahukan kepada Agus Junaidi (43) selaku petugas perlintasan.

Selanjutnya, Agus memerintahkan kepada security PT KAI, Tri Mugiyono (30), yang sedang bertugas untuk mengecek di lokasi tersebut. Di lokasi, petugas PT KAI melihat potongan tubuh korban dalam keadaan tidak beraturan dan bercecer pada besi-besi rel perlintasan kereta.

Mengetahui hal tersebut, Tri memberitahukan kepada Agus bahwa benar ada seorang berjenis kelamin perempuan tewas tertabrak kereta api Argo Mulya yang sebelumnya melintas lokasi. Atas peristiwa itu, Agus melaporkan ke Polsek Sragi.

Sementara itu, Kapolsek Sragi, AKP Sumantri, membenarkan adanya seorang perempuan yang tertabrak kereta api. Menurutnya, anggota yang mendapat laporan langsung menuju lokasi guna memintai keterangan sejumlah saksi. Selanjutnya potongan tubuh korban dievakuasi ke Rumah Sakit.

“Dari lokasi kejadian, seorang perempuan tanpa identitas diperkirakan usia 60 tahun. Kemudian ciri ciri kulit sawo matang, rambut putih beruban, baju merah, celana warna biru dongker,” terangnya.

apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga sesuai dengan ciri ciri agar segera menghubungi Polsek Sragi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat ketika menyeberang rel kereta api agar hati hati baik itu siang atau malam hari. Dengan begitu tidak lagi terulang hal serupa,” imbaunya. (yon)

Facebook Comments