Metro Pekalongan

2023, Diharapkan Seluruh Tanah di Pekalongan Sudah Bersetifikat Semua

2023, Diharapkan Seluruh Tanah di Pekalongan Sudah Bersetifikat Semua

SERAH – Penyeragan sertifikat tanah yang dilakukan oleh Walikota Pekalongan sebagai simbolisasi peringatan hari agraria.
MALEKHA

KOTA PEKALONGAN – Pada upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2018 (Hantaru), Walikota Pekalongan didampingi Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekalongan, menyerahkan sertifikat tanah kepada Pemerintah Kota Pekalongan, Perkumpulan Nadhlatul Ulama berkedudukan di Jakarta, Yayasan Nadhlatul Wathon Setono Pekalongan, dan Yayasan Dewi Aminah.

Serangkaian acara itu digelar di Halaman Kantor Pertanahan Kota Pekalongan eks Kantor Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, Jalan Seruni No 66 A, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Senin (24/9).

Selain itu, pemberian penghargaan Lencana Karya Satya juga diberikan kepada ASN BPN Kota Pekalongan yang sudah bekerja selama 20 tahun.

Seusai menjadi inspektur upacara, Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE, menyampaikan Hantaru 2018 ini mengambil tema Tanah dan Tata Ruang untuk Keadilan dan Kemakmuran, yang mengandung makna tanah dan ruang sebagai satu kesatuan utuh yang dapat memberikan keadilan dan kemakmuran dalam penggunaan, pemanfaatan, pemilikan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan negara.

“Dalam upaya meningkatkan kualitas rencana tata ruang di Indonesia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional sudah meluncurkan sistem informasi. Dengan sistem BPN ini sangat membantu pemerintah Kota Pekalongan. Harapannya pada tahun 2023 ini dengan luas Kota Pekalongan 45 ribu kilometer ini sudah bersertifikat semua,” tutur Saelany.

Disampaikan bahwa dengan tersertifikat ini ke depannya pendapatan anggaran daerah (PAD) dapat lebih meningkat.

“BPN adalah mitra Pemerintah Kota Pekalongan yang hubungannya bersifat vertikal sehingga jika terjadi masalah di tingkat kelurahan atau kecamatan nantinya sesuai dengan wewenang, Walikota Pekalongan dapat membantu untuk mediasi,” ungkap Saelany.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekalongan, Sri Yanti Achmad A Ptnh, menjelaskan ada 6 ribu sertifikat hak atas tanahnya, sampai saat ini sudah 80% yang didaftarkan. Yanti menargetkan pada bulan Oktober ini rencana pendaftaran sertifikat selesai semua.

“Kami sudah mulai sejak Januari, dari seluruh bidang tanah kami daftarkan, walaupun semua belum bisa keluar Sertifikat nya. Ini dikarenakan belum bisa terbit dengan alasan kelengkapan,” papar Yanti.

Lanjut Yanti, pembuatan sertifikat ada tim dari pihaknya yang turun, namanya tim adjudivikasi, tim percepatan adjudivikasi nantinya kerja sama dengan kelurahan dan kecamatan. Petugas ukurnya kita gunakan petugas Ssisten Surveyor Kadastral. Kemudian dalam pelaksanaan kita dibantu Rembang dan Jepara.

“Untuk pelaksanaan pengukuran nya, target dari Jateng sejumlah 1,2 juta. Selanjutnya untuk target ke depannya semoga dapat menghindari potensi masalah di kemudian hari,” pungkasnya. (mal)

Penulis: Malekha | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments