Radar Jateng

28 Caleg Nasdem Terancam Tak Bisa Ikut Pileg 2019

Tanty Prasetyaningrum, Ketua DPD Nasdem Kota Tegal

Tanty Prasetyaningrum, Ketua DPD Nasdem Kota Tegal

*KPU Kota Tegal Tunggu hasil PSPP

TEGAL – Nasib 28 calon legislatif (caleg) dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Tegal terancam dicoret. Sebab, hingga Minggu (23/9), pukul 18.00, Dewan Pengurus Daerah Partai Nasdem belum menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) ke KPU setempat. Meski demikian, KPU masih menunggu upaya Partai Nasdem Kota Tegal yangtelah mengajukan Permohonan Sengketa Proses Pemilu (PSPP) ke Bawaslu Kota Tegal, Senin (24/9).

Ketua KPU Kota Tegal Agus Wijanarko mengatakan, berdasar ketentuan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 29 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas PKPU 24 Tahun 2018 tentang Dana Kampanye Pemilu, tercantum dalam Pasal 38 ayat 8. Meski begitu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses PSPP yang diajukan DPD Nasdem ke Bawaslu sebagai acuan langkah KPU terkait nasib caleg Nasdem. “Intinya, rapat pleno penentuan nasib Caleg Nasdem masih menunggu proses di Bawaslu,” terangnya.

Terkait upaya KPU tentang proses LADK, lanjut Agus, pihaknya mengacu pada Pasal 38 Ayat 8 PKPU 29/2018. Dimana isinya, penyampaian LADK sebagaimana dimaksud pada ayat 6 dan 7 dilakukan satu hari setelah periode penutupan LADK sebagaimana dimaksud ayat 2 paling lambat pukul 18.00 waktu setempat. Dengan demikian, karena hingga akhir batas waktu penyerahan LADK DPD Nasdem tidak menyerahkan otomatis pihak KPU membuatkan berita acara.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kota Tegal Akbar Kusharyanto menyampaikan, setelah adanya pengajuan PSPP secara resmi yang dilayangkan DPD Nasdem terkait LADK, pihaknya mengaku segera menindaklanjuti. Menurut dia, sesuai dengan UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, berhak menyelesaikan sengketa proses pemilu setelah diajukan secara resmi. Bahkan, proses mediasi atau adjudikasi dan memutus penyelesaian sengketa proses pemilu akan ditempuh ketika ada pengajuan objek sengketa.

“Dalam tahap adjudikasi, kami juga akan meminta bahan keterangan yang dibutuhkan dari pihak terkait tentang dugaan sengketa proses pemilu,” jelasnya.

Agus Wijanarko, Ketua KPU Kota Tegal

Agus Wijanarko, Ketua KPU Kota Tegal

Mengenai kasus yang menimpa partainya, Ketua DPD Nasdem Kota Tegal Tanty Prasetyaningrum menjelaskan bahwa sebenarnya berkas LADK sudah siap jauh-jauh hari. Semua caleg pun telah menyerahkan semua berkas-berkasnya kepada partai. Namun, mendekati deadline, penyerahan LADK perwakilan yang hadir ke kantor KPU tidak membawa berkas yang sudah disiapkan tersebut. “Sebenarnya semua berkas LADK sudah siap, tapi karena ada kesalahan teknis berkas tidak diserahkan hingga batas akhir,” ungkapnya.

Melalui upaya pengajuan PSPP ke Bawaslu, lanjut Tanty, pihaknya masih berjuang agar partainya tetap bisa mengikuti Pemilu di 2019 mendatang. Pihaknya berharap, melalui permohonan tersebut, mis komunikasi dengan KPU bisa diselesaikan. Dengan demikian, proses dan tahapan Pileg dan Pilpres bisa berlanjut.

Sementara itu, munculnya persoalan Partai Nasdem, sejumlah ketua partai politik di Kota Tegal meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar bertindak tegas dan adil dalam menyikapi. Salah satunya Ketua PPP Kota Tegal Ilyas. Selain melalui telepon, dia mengaku sempat mendatangi kantor KPU yang berada di Jalan Sumbodro Slerok, Tegal Timur, Senin (24/9). Kedatangan Ilyas mempertanyakan dan meminta kepada KPU agar bisa bertindak tegas kepada parpol apapun, ketika partai yang bersangkutan tidak tertib dalam melakukan upaya penyelesaian proses Pileg.

“KPU kan sudah memberikan waktu, baik untuk perbaikan, penyerahan berkas maupun kapan ditutup. Sehingga, parpol juga harus bisa memanfaatkan waktu yang disediakan. Dengan demikian, ketika waktu tersebut tidak dilakukan oleh parpol, KPU harus berani mencoret nama parpol yang dianggap tidak profesional,” terangnya.

Ilyas mencontohkan, ketika PPP mengalami seperti itu, KPU berhak mencoret dan tidak mengikutkan partainya dalam Pileg. Hal itu, kata Ilyas, sudah menjadi konsekwensi partai apapun ketika terlambat atau tidak niat dalam kompetisi Pileg. “Kalau saya melihat persoalan di Partai Nasdem, di situ ada urusan internal. Sehingga, dari partai sendiri sampai dengan sekarang belum menyerahkan berkas. Namun apapun alasannya, KPU harus tegas selaku penyelenggara,” bebernya.

Komisioner KPU Kota Tegal H Thomas Budiono menambahkan, selain ketua PPP, banyak juga dari ketua parpol lainnya yang menghubungi dan komplain serta meminta agar lembaganya bisa tegas. “Kalau kami memang sudah tegas. Ketika Parpol Nasdem, tidak memenuhi persyaratan, kami juga siap mencoret. Kendati demikian, dalam persoalan ini juga memiliki aturan, bahwa kita juga harus menghormati dan menghargai atas Parpol yang saat ini mengajukan sengketa kepada Bawaslu. Dan itu yang sedang kami tunggu hasilnya,” jelasnya.

Thomas menyebut, jika nanti Bawaslu merekomendasikan Nasdem dicoret, KPU pun melaksanakannya. Namun demikian, jika Bawaslu meminta Nasdem melakukan perbaikan, KPU akan memberikan waktu sampai 28 September.

“Kami juga sudah mendengar bahwa banyak parpol yang siap melakukan somasi maupun menggelar aksi desakan jika KPU tidak tegas terhadap Nasdem. Namun kami juga siap menghadapinya. Sebab, KPU menghormati atas upaya sengketa yang tengah dilakukan terhadap Bawaslu. Karena itu, kami berharap parpol lain bisa menghargai atas upaya parpol yang tengah bermasalah ini,” ulasnya.

Sekretaris KPU Kota Tegal Soni Sontani menilai, melihat berkas dan upaya Nasdem selama ini sudah benar. Tinggal menyodorkan berkasnya. Sebab, dari awal dalam melakukan konsultasi, semua berkas yang ada sudah fiks. “Namun tampaknya Nasdem memiliki persoalan internal,” paparnya.

Soni mengaku bahwa KPU selalu melakukan komunikasi dengan Partai Nasdem. Baik melalui telepon maupun yang lain. Kendati demikian, hingga batas yang ditentukan, ternyata Nasdem tak kunjung menyerahkan berkas. “Sedangkan untuk parpol baru, seperti PSSI, Garuda maupun yang lain justru patut diacungi jempol. Sebab, meski pendatang baru tapi semuanya lancar dan tepat waktu,” ujarnya. (syf/gus/fat)

Facebook Comments