Radar Kendal

Pemilik Kedai Soto Ini Berdayakan Anak-anak Tak Mampu

Pemilik Kedai Soto Ini Berdayakan Anak-anak Tak Mampu

LIHAI – Ahmad Syaefudin dengan lihai meracik menu soto di kedainya, kemarin.
AKHMAD TAUFIK

KENDAL – Kecintaannya terhadap kuliner serba soto membuat Kepala SMPIT Robbani Kendal, Ahmad Syaefudin, mencoba peluang dengan membuka kedai soto dengan nama Soto Segaar Boyolali H. Djunaedi. Lokasi kedainya sendiri berada di jalan pantura Cepiring atau lampu merah pertigaan Cepiring 200 meter ke arah barat.

“Kebetulan, saya ini soto mania, semua soto saya suka. Melihat Kendal ini ada peluang, maka saya buka kedai Soto Segaar Boyolali H. Djunaedi. Sengaja lokasinya saya pilih di Cepiring, selain dekat rumah karena bersebelahan, juga melihat didaerah ini potensial,” tutur pria yang karib disapa Asep itu.

Nama H. Djunaedi diambil karena notabene nama mertua yang sebelumnya pernah berhasil dalam membuka usaha. Harapannya, dengan mengambil nama tersebut usahanya juga sukses seperti apa yang diraih oleh mertuanya.

“Sengaja nama saya ambil dari mertua H. Djunaedi. Selain nama itu sangat menjual dibanding nama saya sendiri, Asep, dan ada historis di balik nama tersebut,” imbuhnya.

Para pengunjung kedai pasti akan bertanya-tanya kenapa yang menjadi pelayan kedai adalah anak-anak. Jangan keburu berburuk sangka, karena anak-anak yang ada ditempat tersebut merupakan anak-anak yang kurang beruntung yang diangkat anak oleh Asep.

“Anak-anak yang ada di sini merupakan anak yang tidak beruntung. Daripada mereka di jalanan, maka saya angkat sebagai anak, bantu saya di kedai. Saya gaji mereka, saya sekolahkan mereka juga, bahkan salah satunya saya kuliahkan juga. Saya katakan pada mereka, boleh mereka pergi dari sini dengan syarat kalau sudah lulus kuliah dan siap kerja. Bagi saya, ini bukan hanya soal sebuah usaha namun juga ibadah,” ceritanya.

Kembali lagi pada soto, di Soto Segaar Boyolali H. Djuanedi tersebut tersedia soto daging dan ayam serta yang khas Tengklengnya. Tidak ada salahnya mencoba kuliner yang satu ini. Karena bisa sekaligus bernilai ibadah, memberi rejeki pada anak-anak yang kurang beruntung.(fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments