Radar Batang

Gotong Royong, Mujahadah Asmaul Husna An-Nur Dirikan Gedung Wanita

Peletakan Batu Pertama Gedung Wanita

PELETAKKAN BATU – Bupati Batang didampingi Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dan Pembina Mujahadah Asmaul Husna An Nur, Nur Fatimah saat meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Mujahadah Asmaul Husna An-Nur di Komplek Makam Kyai Surgi Pasekaran, Senin (24/9).
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Berbekal donasi dan gotong royong dari anggotanya, Mujahadah Asmaul Husna An-Nur tahun ini mulai melakukan pendirian gedung wanita. Pembangunan gedung yang berlokasi di Kawasan Komplek Makam Kyai Surgi itu diawali dengan peletakkan batu pertama oleh Bupati Batang, Wihaji dan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Senin (24/9).

Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam mauidhoh khasanahnya menyampaikan, pembangunan gedung wanita itu dapat menjadi pemberdayaan bagi anggota mujahadah. Sebab nantinya jika sudah berdiri dan siap guna, gedung tersebut dapat dimanfaatkan untuk aneka keperluan.

Habib Luthfi juga meminta agar tidak hanya fisik gedung saja yang nanti dipikirkan, tapi juga apa saja program ke depannya. Sehingga sebagai wanita, para anggota Mujahadah Asmaul Husna An-Nur juga dapat turut serta menjawab tantangan zaman ke depan.

“Saya yakin, ibu-ibu yang ada di Mujahadah ini pintar-pintar semua. ini perlu dipikirkan ke depannya jangan hanya fokus ke bangunan saja. Tapi dipikir pula program ke depan untuk menjawab tantangan masa depan. Jangan dipikir wanita tidak bisa menjawab, justru harus ditanamkan jika wanita adalah srikandi bangsa yang bisa menjawab tantangan bangsa dan umat,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Wihaji turut mengapresiasi semangat ibu-ibu mujahadah untuk mendirikan gedung. Ia juga berharap para kaum hawauntuk juga fokus pada pembentukan karakter anaknya. Khususnya dalam mendukung program Bupati Batang untuk mematikan TV dan Smartphone pukul 18.00-20.00 WIB.

“Kami apresiasi semangat ibu-ibu ini yang sudah bergotong royong untuk membangun gedung wanita ini. Saya yakin nantinya akan sangat berguna apalagi letaknya di komplek makam Kyai Surgi. Dan kami harap-harap ibu-ibu juga untuk selalu menjaga dan mengawasi anaknya. Khususnya dari bahaya negatif teknologi. Salah satunya dengan menjalankan program, mematikan TV dan Smartphone pukul 18.00-20.00 WIB. Dan menggantinya dengan kegiatan pendidikan karakter, seperti belajar, membaca atau mengaji,” pinta Wihaji.

Pembina Mujahadah Asmaul Husna An Nur, Nur Fatimah SAg menjelaskan, Gedung Wanita akan dibangun di tanah seluas 350 meter. Lahan dibeli dari sebagian tanah wakaf dan juga donasi baik dari anggota maupun donatur. Saat ini juga pihaknya masih membuka donasi untuk pembangunan gedung wanita yang ditarget dapat digunakan awal tahun mendatang.

Mujahadah Asmaul Husna An Nur sendiri sudah dimulai sedari 2007 lalu. Kini sudah memiliki sekitar 700 anggota yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Batang, Kandeman, Tulis, Wonotunggal, Blado dan lainnya.

“Kami ke depannya tentu akan menggunakan gedung ini untuk keperluan intern mujahadah dan juga untuk umum. Mengingat letak gedung ini yang juga berada di komplek Makam Kyai Surgi. Dan seperti saran dari Habib Luthfi tadi kami tentunya akan membuat program-program yang tentunya bisa menjawab tantangan zaman,” harapnya. (nov)

Facebook Comments