Radar Kajen

Duh, Gara-gara Sulit Air, Petani di Wilayah Ini Gagal Panen

Keluh Kesah Petani Gagal Panen

KELUH KESAH – Seorang petani Desa Tengeng Kulon, Kecamatan Siwalan, saat menyampaikan keluh kesahnya selama menggarap sawah pada musim kemarau di Balai Desa Tengeng Wetan, Siwalan.
TRIYONO

Selama musim kemarau, para petani di wilayah Kecamatan Siwalan selalu dihantui dengan gagal panen. Sebab, air yang diandalkan untuk meningkatkan produktivitas padi ternyata tidak sampai di area persawahan dikarenakan bocornya saluran irigasi.

Data diketahui, kurang maksimalnya Bendungan Sungai Sragi Lama di Desa Sembungjambu Kecamatan Bojong, dikarenakan usia ternyata berdampak pada sejumlah desa yang mengalami kesulitan air untuk pertanian. Area pertanian terdampak seperti di Desa Sembungjambu, Klunjukan, Tegalontar, Depok, Blacanan, Yosorejo, Pait, Rembun, Tengengkulon, Wonosari, Tengengwetan, Tegalontar,

Hal itu dibenarkan salah seorang petani Desa Tengeng Kulon, Kecamatan Siwalan, Slamet. Ia mengaku, dari tahun ke tahun petani sudah berusaha menyiasati agar hasil panen padi maksimal. Namun pada saat musim kemarau petani tidak bisa berbuat apa karena kekurangan air.

“Kalau musim kemarau petani benar benar mengalami kesusahan untuk mendapatkan air, padahal sudah setengah perjalanan dan tinggal mau panen. Namun dikarenakan air kurang, hasilpun tidak maksimal bahkan banyak yang tidak panen,” keluhnya.

Sementara Kepala Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Hadi Suwitno, mengatakan, di Desa Depok terdapat lahan persawahan seluas 200 hektare yang menggantungkan pasokan airnya dari saluran irigasi dari wilayah atas. Akibat kondisi saluran irigasi tidak baik, lanjut dia, saat musim kemarau seperti saat ini petani kesulitan untuk mengaliri lahan sawahnya. Akibatnya, produktivitas padi saat panen menurun.

“Kami sangat berharap sekali saluran irigasi di Sragi hingga Siwalan dibangun. Ini sangat membantu petani pada saat kemarau seperti saat ini. Sebab, aliran air ke desa kami sangat sulit. Musim kemarau seperti ini tidak dapat air. Petani tetap tanam padi, tapi hasilnya tidak maksimal,” imbuhnya. (yon)

Facebook Comments