Radar Kajen

Keberadaan Stadiun Dianggap Menjadi Kebutuhan Mendesak di Kota Santri

Keberadaan Stadiun Dianggap Menjadi Kebutuhan Mendesak di Kota Santri

KONSOLIDASI – Ketua DPC PDIP Kabupaten Pekalongan Riswadi memberi arahan pada acara konsolidasi partai dan pengenalan calon legislatif.
MUHAMMAD HADIYAN

KEBUTUHAN Stadion olahraga yang nantinya bisa digunakan untuk membina atlet olahraga, bisa dikatakan menjadi kebutuhan mendesak. Sehingga keberadaan stadiun olahraga diharapkan bisa menjadi salah satu kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Hal itu disampaikan fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pekalongan dibacakan Warti Suci Jiun dalam rapat paripurna di Aula lantai 1, kemarin.

Menurutnya, dengan keberadaan Stadiun Mandala Krida yang baik, maka dapat menunjang prestasi olahraga di Kota Santri .

“Fasilitas Stadiun nantinya bisa dijadikan sarana untuk membina potensi atlet yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk berprestasi dalam Dunia Olahraga. Dengan begitu mampu mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan disegala tingkatan,” terangnya.

Selain olahraga menjadi perhatian, maraknya outlet outlet pertami mini yang berkembang di masyarakat perilu menjadi perhatian. Terutama terkait dengan ijin dan pengendalian jika tetjadi sesuatu hal. Untuk itu Pemerintah Daerah perlu hadir dalam melakukan pengendaliannya. Kemudian Penanggulangan rob di kawasan terdampak yang saat ini sedang dilakukan melalui penggurugan dengan dana APBN, Pemerintah Daerah harus hadir untuk melakukan pengendalian terhadap pelaksanaannya.

“Karena masih ada beberapa hal pertanyaan salah satunya adalah soal pembebasan Iahan miik warga yang sampai saat ini masih menjadi milik warga,” lanjutnya.

Dimasa kepemimpinan Bupati yang memasuki Tahun ke Tiga Fraksi PDI Perjuangan berharap Bupati diberi kesehatan dalam menunaikan amanah Rakyat sehingga Visi dan Misi bisa diselesa kan.

“Untuk itu kami menggingatkan Eksekutif agar melakukan terobosan sehingga bisa menuntaskan Visi dan Misi serta Target capaian yang terukur mengacu SPM (Standar Pelayanan Minimal) sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Pekalongan. Menginggat masih tingginya kasus-kasus pelayanan kesehatan dasar yaitu angka kematian ibu dan balita, gizi buruk, pendidikan dasar yang belum keluar dari permasalahan dasarnya. Serta kasus yang belum lama ini dialami oleh salah satu masyarakat Desa Sengare Kecamatan Talun,” imbuhnya. (yon)

Penulis: Triyono | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments