Radar Kendal

Pembangunan SD Lambat, KBM Siswa Terganggung

Pembangunan SD Lambat, KBM Siswa Terganggung

SIDAK – Bupati Kendal Mirna Annisa lakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan SDN 2 Protomulyo terdampak proyek tol Semarang-Batang.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Pembangunan SDN 2 Protomulyo yang terdampak proyek jalan tol Semarang-Batang dan kini menempati tanah Desa Protomulyo dinilai lambat pengerjaanya.

Bupati pun menyayangkan hal itu. Akibat terlambatnya pekerjaan, hingga sekarang siswa-siswi sekolah dasar tersebut tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di tempat yang tidak representatif.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mendesak PT Waskita agar bisa merampungkan pembangunan sebelum proyek jalan tol itu selesai dikerjakan. Hal itu ditegaskan Bupati Kendal Mirna Annisa saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi pengerjaan pembangunan SDN 2 Protomulyo terdampak proyek tol Semarang-Batang, kemarin.

“Yang penting pembangunannya harus selesai. Kasihan siswa-siswi terkatung-katung menunggu kepastian untuk bisa mendapatkan tempat belajar yang representatif,” katanya.

Untuk diketahui, proses kegiatan belajar mengajar sekolah dasar tersebut sempat menggunakan serambi masjid dan Madrasah Dinniyah (Madin). Karena dinilai tidak representatif, PT Waskita Karya menyewakan rumah untuk tempat kegiatan belajar mengajar mereka. “Kasihanlah, siswa, guru dan sekolahnya harus pindah-pindah proses kegiatan belajar mengajarnya,” ungkapnya.

Saat ini, pembangunan SDN 2 Protomulyo masih sekitar 25 persen. Yakni baru pondasi dan dinding dari batu bata. Bupati berharap pembangunan sekolah dasar itu bisa selesai sebelum tol selesai dikerjakan dan dioperasikan. Maksimal akhir tahun ini, sehingga awal tahun siswa bisa menempati gedung baru dan bisa belajar dengan tempat yang representatif.

“Kawatir saja. Kalau tol sudah selesai dan pembangunan SD ini tidak rampung maka bisa-bisa terbengkalai. Tak hanya pembangunan SD ini saja, pembangunan insfrastruktur lainnya yang terdampak tol juga harus kelar,” tandasnya.

Senada diungkapkan Sekda Kendal, Mohammad Toha. Kata dia, apabila pembangunan SD itu rampung dikerjakan, pihaknya akan melakukan pengalihan aset dari aset milik Desa Protomulyo menjadi aset pemerintah daerah.

“Sesuai kewenangan untuk pendidikan SD dan SMP merupakan kewenangan pemerintah daerah,”katanya.

Menanggapi hal tersebut, Humas PT Waskita Karya Seksi IV, Totok Suharto, menjelaskan bahwa pembangunan SD 2 Protomulyo terus berjalan. Pembangunan memang diserahkan kepada PT Waskita Karya. Akan tetapi pembangunannya sudah di pihak ketigakan. Meski demikian, tanggung jawab pembangunan sekolah dasar itu masih ada di PT Waskita Karya. Perihal pembangunan yang terkesan lamban hal itu lantaran ada permasalahan dalam status tanah.

“Yakni apakah tanah tersebut nantinya masih menjadi milik Desa atau Pemkab Kendal. Sehingga harus menunggu aturan dan Perbup terlebih dahulu,” katanya. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments