Gadget

Aplikasi Ini Dijamin Dapat Membantu Anak Belajar Ilmu Alam

JAKARTA – Berkembangnya dunia teknologi membuat metode belajar mengalami pergeseran. Melihat anak-anak zaman sekarang lebih gemar bermain game di gadget, Matata Corp meluncurkan aplikasi terbarunya di bidang pendidikan.

Aplikasi yang diberi nama Bantu Belajar IPA 3 dari seri Bantu Belajar ini merupakan sebuah terobosan baru yang dirancang untuk membantu siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) dalam belajar.

CEO Matata Corp Irna Rasad mengatakan, Bantu Belajar IPA 3 ini untuk anak-anak SD mempelajari ilmu alam dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Dia mengklaim, aplikasi itu dapat memudahkan anak-anak memahami subjek dan mempelajarinya melalui sebuah permainan yang menyenangkan.

Tak hanya itu, aplikasi ini juga dirancang sesuai Kurikulum Nasional Indonesia serta menggunakan buku cetak yang dipakai di sekolah-sekolah nasional sebagai panduan.

“Kami sudah lama merisetnya sejak tahun 2015 lalu. Mempelajari segala kebutuhan anak-anak untuk gemar belajar dengan cara fun. Dan kami temukan aplikasi ini dengan gambar menarik dan juga game yang akan menyenangkan, ungkap Irna Rasad, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Chairman Matata Corp Enrico Pitono menambahkan, pihaknya juga berharap aplikasi ini membuat anak-anak tertarik dengan subjek yang mereka pelajari. Karena menurutnya, metode belajar yang menyenangkan akan membuat anak-anak semakin senang untuk mempelajarinya.

“Kita akan tertarik dengan subjek tertentu jika kita dapat mengaitkannya ke diri sendiri. Dengan Bantu Belajar, kami menunjukkan bagaimana (misalnya) fisika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Enrico Pitono.

Aplikasi ini telah diuji coba di beberapa sekolah dan menemukan bahwa anak-anak bertahan lebih lama dalam belajar dengan aplikasi tersebut. Tingkat pemahaman pun lebih tinggi. Anak-anak berhasil menguasai inti dari suatu subjek yang secara tradisional yang umunya membutuhkan waktu 2 minggu, kini hanya 2 jam dengan aplikasi ini.

“Akan jauh lebih menyenangkan belajar lewat permainan daripada sekadar membaca buku cetak,” kata Enrico diamini Ina Rasad.

Dalam pengerjaannya, Matata bekerja sama dengan Yayasan Matahati Kita Indonesia, sebuah organisasi nirlaba, agar aplikasi ini bisa dengan cepat diterima anak-anak dan juga guru-guru di sekolah. (mg7/jpnn)

Facebook Comments