Radar Pendidikan

Salurkan Bakat Anak Lewat Lomba Mewarnai

Lomba Mewarnai

GAMBAR – Para siswa SD sederajat di sekitar proyek PLTU Batang saat mengikuti lomba mewarnai yang digelar PLTU Batang, Minggu (23/9) di Masjid Al-Ikhlas Batang.
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Puluhan anak dari tiga desa penyangga PLTU Batang, Minggu (23/9) mengikuti lomba mewarnai. Kegiatan yang diadakan di masjid PT BPI Al Ikhlas ini digelar dalam rangka memeriahkan peringatan tahun baru Hijriyah 1440 dengan mengangkat tema Gema Anak Sholeh.

“Kegiatan ini selain untuk menyambut tahun baru Hijriyah, juga untuk meningkatkan kebersamaan antara PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) dengan warga sekitar lokasi pembangunan PLTU Batang 2×1.000 MW,” ujar Manager CSR PT BPI, Susilo.

Susilo menjelaskan, PT BPI selaku pemrakarsa pembangunan PLTU Batang akan senantiasa menjaga kebersamaan dengan warga desa yang berada di sekitar lokasi pembangunan. Seperti lomba mewarnai hari ini pesertanya merupakan anak-anak dari Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis dan juga dari Ujungnegoro serta Karanggeneng, Kecamatan Kandeman.

“Sebelumnya kita juga telah menggelar berbagai kegiatan dengan melibatkan warga desa sekitar lokasi PLTU. Seperti buka puasa bersama di bulan Ramadan, festival dongeng untuk anak-anak dan juga santunan bagi anak yatim piatu. Semua itu kami lakukan agar warga sekitar bisa ikut merasakan manfaat dari keberadaan PLTU Batang,” jelas Susilo.

Selain itu, lanjut Susilo, kegiatan ini juga sebagai syiar Islam dan lebih mengakrabkan umat muslim dengan perayaan tahun baru Hijriyah.

“Mungkin selama ini masyarakat lebih akrab dengan tahun baru Masehi. Namun dengan adanya berbagai kegiatan yang digelar setiap tahunnya, maka masyarakat akan lebih familiar dengan peringatan tahun baru Hijriyah,” bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan, pembangunan PLTU Batang hingga saat ini masih terus dilakukan. Disisi lain, pihak PT BPI selaku pemrakarsa juga terus melakukan berbagai kegiatan dan memberikan bantuan melalui program CSR yang menyentuh beberapa lini, mulai dari pendidikan, latihan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu dilakukan tidak lain sebagai upaya agar masyarakat juga bisa ikut merasakan manfaat dari keberadaan PLTU itu sendiri, meskipun saat ini masih dalam proses pembangunan.

“Dibidang pendidikan, beberapa sekolah binaan PT BPI berhasil menyabet predikat sekolah Adiwiyata baik ditingkat kabupaten hingga jenjang nasional. Berbagai pelatihan juga telah kita lakukan, tak ketinggalan pemberian bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Susilo. (nov)

Facebook Comments