Lain-lain

Pemkab Pekalongan Ajak Emak-emak Dukung Pembangunan

Pengajian Emak-emak

PENGAJIAN – Pengasuh Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An Nahdliyah, Habib Lutfiy Ali bin Yahya, menghadiri Pengajian Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An Nahdliyah Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, yang diikuti oleh puluhan ribu ibu-ibu muslimat, di Masjid Sunan Kalijaga, Madukaran, Kedungwuni, Minggu sore kemarin (23/9).
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Pemkab Pekalongan memanfaatkan jaringan ibu-ibu untuk mendukung program pemerintah dalam berbagai hal. Mulai dari penurunan angka kematian ibu melahirkan (AKI), pencapaian zero DO anak sekolah, wajib belajar 12 tahun, dan berbagai program lainnya.

Hal itu dikatakan Ketua Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan, dalam kesempatan acara Pengajian Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An Nahdliyah Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, yang diikuti oleh puluhan ribu ibu-ibu muslimat, di Masjid Sunan Kalijaga, Madukaran, Kedungwuni, Minggu sore kemarin (23/9).

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan, untuk melakukan silaturahmi dengan anggota thoriqoh muslimat NU se-Kabupaten Pekalongan, sekaligus dijadikan ajang sosialisasi program pemerintah.

“Sebab kegiatan ini disinergikan dengan program pemerintah, termasuk yang disampaikan bapak bupati mengenai program pendidikan dan program lain. Juga program TP PKK terhadap kesehatan kematian ibu dan anak, kebersihan lingkungan serta lainnya. Karena sangat efektif dihadiri puluhan ribu muslimat,” tambah Sumarwati.

Dijelaskan, Pekalongan memiliki banyak da’iyah di setiap desa yang diyakini dapat mendorong suksesnya program pemerintah. Di era saat ini, peran emak-emak tidak bisa dilepaskan dalam setiap pembangunan daerah, termasuk pembangunan SDM (sumber daya manusia).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam kesempatan yang sama, menyatakan, takrnah berhenti melakukan sosialisasi, terhadap program yang saat ini sedang dijalankan, yakni pemberlakuan jam belajar dan mengaji usai salat magrib, di seluruh wilayah Kota Santri.

Menurut dia, pihaknya tidak akan pernah berhenti dalam melakukan sosialisasi, program yang sekarang ini sedang diusung yakni pemberlakuan jam belajar dan mengaji, usai salat magrib.

“Pada jam itu, anak-anak melakukan kegiatan belajar, karena sore harinya sudah mengaji di TPQ. Sedangkan orang tua mengaji di rumah. Di waktu itu juga, diharapkan seluruh masyarakat untuk mematikan hp dan televisi sejenak. Waktunya tidak lama, tapi insha allah manfaatnya besar,” kata bupati.

Karena itu Asip meminta tolong kepada seluruh masyarakat untuk dapat mendukung program tersebut, lantaran akan segera diberlakukan, dan dimulai dengan pembentukan Kampung Al Quran di Desa Proto Kedungwuni, selanjutnya diikuti oleh semua desa di Kabupaten Pekalongan.

Bupati juga mengatakan bahwa pihaknya melalui Dinas Pendidikan, juga sedang memberlakukan program Zero Drop Out, yakni tidak boleh ada anak putus sekolah, serta kewajiban pendidikan 9 tahun, serta tahun 2019 wajib pendidikan 12 tahun.

Acara tersebut diisi langsung oleh pengasuh Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An Nahdliyah, Habib Lutfiy Ali bin Yahya, dan dihadir Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi, yang juga istri Bupati Pekalongan.

Sementara kehadiran Habib Luthfiy Ali bin Yahya pada kesempatan tersebut juga dinanti oleh ibu-ibu muslimat, sehingga usai mengisi tausiyah, ulama kharismatik itu langsung dihampiri ibu-ibu untuk agar dapat didoakan. (yan)

Facebook Comments