Metro Pekalongan

Balon Syawalan Harus Tetap Ada, Namun Mesti Sesuai Aturan

Komunitas Sedulur Balon

SEDULUR BALON – Komunitas Sedulur Balon Pekalongan dideklarasikan, Minggu (23/9), untuk melestarikan tradisi pelepasan balon udara syawalan serta mewadahi para pecinta balon udara tradisional di Pekalongan.
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Dalam rangka mewadahi komunitas pecinta balon udara tradisional, serta melestarikan tradisi pelepasan balon udara tradisional di momen syawalan namun yang tidak menyalahi aturan perundang-undangan yang berlaku, Komunitas Sedulur Balon Pekalongan dideklarasikan, Minggu (23/9) pagi.

Deklarasi Komunitas Sedulur Balon Pekalongan ini dilaksanakan di Lapangan Mataram Kota Pekalongan. Acara diikuti kurang lebih 300 orang perwakilan komunitas pecinta balon udara se-Pekalongan. Dihadiri pula Walikota Pekalongan M Saelany Machfudz, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, perwakilan Kodim 0710 Pekalongan, perwakilan forkompinda setempat, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekalongan dan jajarannya.

Acara deklarasi ini dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan. Antara lain pelepasan beberapa balon udara yang ditambatkan, pembacaan naskah deklarasi, hiburan musik rampak dan orkes dangdut, lomba-lomba dan permainan, serta pembagian beragam doorprize.

Walikota M Saelany Machfudz sangat mendukung dan mengapresiasi dideklarasikannya Komunitas Sedulur Balon Pekalongan ini. Menurutnya, hal itu sebagai satu upaya untuk pelestarian tradisi balon udara di Kota Pekalongan.

“Balon udara yang sudah jadi tradisi ini agar tetap ada, bahkan harapannya menjadi salah satu destinasi wisata. Balon udara sebagai sarana hiburan bagi masyarakat juga terwadahi. Namun tentunya yang sesuai dengan aturan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018,” terangnya.

Ketua Komunitas Sedulur Balon Pekalongan Priyadi Solihin, menuturkan kegiatan tersebut sebagai kelanjutan setelah sukses penyelenggaraan festival balon udara yang ditambatkan beberapa waktu lalu di Kota Pekalongan.

Sementara ini, anggota Komunitas Sedulur Balon Pekalongan sekitar 300 orang. Mereka adalah perwakilan komunitas pecinta balon udara tradisional se-Pekalongan. “Sementara tercatat ada 31 komunitas yang bergabung, dan ke depannya semoga terus bertambah. Harapan kita bersama, tradisi pelepasan balon udara di Kota Pekalongan akan ada terus, namun cara pelepasannya sesuai dengan ketentuan dan aturan perundang-undangan yang berlaku, yakni dengan ditambatkan,” ungkapnya.

Kepala Dishub Kota Pekalongan Slamet Prihantono, menambahkan kegiatan tersebut sekaligus merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Perbungan Nasional 2018 di Kota Pekalongan.

Totok, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa Komunitas Sedulur Balon Pekalongan ini akan menjadi wadah para pecinta balon udara tradisional di Kota Pekalongan. Harapannya komunitas ini akan semakin dikenal masyarakat dan anggotanya terus bertambah.

Dijelaskan Totok, tradisi pelepasan balon udara untuk memeriahkan tradisi syawalan di Kota Pekalongan akan terus lestari. Namun, tradisi pembuatan dan pelepasan balon udara ini agar tidak menyalahi peraturan perundangan yang berlaku. Balonnya harus ditambatkan, jangan dilepas bebas agar tidak membahayakan keselamatan penerbangan.

“Harapannya tradisi balon udara akan terus ada, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Tradisi pelepasan balon udara ini akan terus dijaga, dan sudah membudaya di Pekalongan,” imbuhnya. (way)

Facebook Comments