Radar Kendal

Teknologi Bioslurry Plus Cocok untuk Petani Desa

Teknologi Bioslurry Plus

SOSIALISASI – Tim PKM Undip 2018 Desa Montongsari, Kecamatan Weleri, bersama petani dalam pelatihan teknologi bioslurry plus.
NUR KHOLID MS

WELERI – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Diponegoro (Undip) 2018 melakukan sosialisasi budidaya tanaman padi ramah lingkungan dengan memanfaatkan teknologi bioslurry plus (TBP) kepada petani di Desa Montongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini diikuti puluhan petani desa setempat. Tim PKM Undip yang melakukan sosialisasi itu terdiri dari, Florentina Kusmiyati (53), Bagus Herwibawa (28), dan Yafizham (58).

Teknologi bioslurry plus merupakan cara untuk memperkaya kandungan ampas biogas yang dilakukan mencampurnya dengan batuan fosfat, arang kayu, dan buah-buahan busuk. Yang kemudian dibiarkan selama sebulan hingga keluar lindinya.

“Teknologi bioslurry plus ini sangat cocok untuk petani Desa Montongsari yang rata-rata ingin mengembangkan pertanian organik,” kata Ketua Tim PKM, Kusmiyati, kemarin.

Dikatakan Kusmiyati, selain memperkenalkan teknologi bioslurry plus, tim PKM Undip juga membagikan ilmunya tentang integrasi kandang kambing dan reaktor biogas.

Dijelaskan, ampas biogas atau bioslurry merupakan hasil samping produksi biogas berbahan kotoran dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik) di dalam ruang tertutup. “Masalahnya petani harus setiap hari memasukkan kotoran ke reaktor dan ini memakan waktu dan tenaga, sehingga integrasi keduanya dapat meningkatkan efisiensinya,”tukasnya.

Menurut Kusmiyati, ketersediaan ampas biogas di Desa Montongsari belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani. Sehingga melalui kegiatan ini Tim PKM ingin memberikan pengertian kepada petani bahwa ampas biogas dapat diperkaya atau dimodifikasi kandungannya. “Sehingga sangat baik digunakan sebagai pupuk tanaman padi,” pungkasnya.

Salah satu petani Desa Montongsari, Joko, mengaku senang dan mendapatkan tambahan pengetahuan tentang pertanian organik dari Tim PKM Undip yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu. “Kegiatan ini bermanfaat khususnya bagi petani dengan adanya teknologi pupuk ramah lingkungan yang kaya nutrisi,” katanya.

Acara sosialisai diakhiri dengan pemberian secara simbolis reaktor bioslurry plus dari Tim KKN Undip 2018 kepada Kepala Desa Montongsari. (nur)

Facebook Comments