Radar Batang

Datang Diacara Sedekah Bumi Desa Ini, Kita Wajib Makan Gratis di Rumah Warga

Dok Istimewa
SEDEKAH BUMI -Wabup Suyono didampingi Kabag Humas Setda Batang saat menghadiri acara tasyakuran sedekah bumi di Dukuh Rejosari.

BATANG – Bila kita menghadiri acara sedekah bumi yang diadakan di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, maka jangan kaget bila diminta untuk makan di rumah warga. Pasalnya, sudah menjadi tradisi di dukuh tersebut bila ada acara sedekah bumi, maka setiap rumah wajib menghidangkan segala bentuk makanan yang diperuntukan bagi warga daerah lain yang mengikuti kegiatan.

“Sudah menjadi tradisi desa kami, setiap sedekah bumi warga mengundang sanak saudara dari kampung manapun untuk singgah di rumahnya, dan diwajibkan untuk makan ditempat tersebut,” ujar Kepala Desa Pranten, Edi, disela-sela acara Sedekah Bumi, Sabtu (23/9).

Edi menjelaskan, acara sedekah bumi sendiri digelar selama 2 hari, yaitu Sabtu dan Minggu (22-23/9). Selama dua hari itu digelar berbagai kegiatan, seperti pengajian umum sebagai wujud rasa syukur, dan hiburan rakyat wayang kulit, serta dan orles melayu.

“Kegiatan ini sebagai media kita untuk selalu bersyukur, atas nikmat alam yang telah memberikan kesejahteraan bagi warga Dusun Rejosari, Desa Pranten Kecamatan Bawang,” tegas Edi.

Wakil Bupati Suyono yang hadir dalam tasyakuran sedekah bumi mengatakan, Desa Pranten di kelilingi gunung, maka warga desa harus dapat melestarikan alamnya. Dengan begitu diharapkan seluruh desa dapat terhindar dari bencana tapi alam, dan potensi yang ada dapat menjadi berkah bagi warga.

“Bencana bisa datang kapan saja, tidak digunung, daratan maupun lautan, tapi bencana bisa diminimialisir dengan menjaga alam . Salah satunya dengan tidak mengeksploitasi alam secata beralebihan, apalagi disini sangat rawan sekali longsor,” jelas Suyono saat memberi sambutan pada acara sedekah bumi.

Pada kesempatan itu, Wabup Suyono meminta warga untuk menjaga kerukunan, guyub rukun membangun desa. Dan yang paling utama banyak beribadah, berdzikir dan berdoa agar terhindar dari segala bencana.

” Daerah ini berada diketinggian 2000 mdpl, dan mayoritas warganya sebagai petani kentang dengan hasil yang cukup berlimpah. Namun jangan terlalu asik tanpa melihat melihat kerusakan alamanya. Hutan harus kita jaga kelstarianya, dengan melakukan reboisasi tanaman tegakan yang dapat mencegah atau meminimalisir terjadinya bencana alam. Seperti banjir dan longsor. Mengingat akar pepohonan yang ada dihutan bisa menampung air tersebut,” beber Suyono.

Wabup Suyono dihadapan warga meminta agar senantiasa menjaga kerukunan dan gotong royong, sehingga tidak ada perpecahan. “Pada tahun politik ini, mari jadikan pesta demokrasi menjadi menyenangkan dan menggembirakan. Dan marilah kita menghargai perbedaan pilihan yang ada,” jelas Suyonon. (don/rls)

Facebook Comments