Radar Jateng

Awas, Tiga Daerah di Jateng Masih Rawan Campak

Tak sedikit anak ketakutan saat pogram pemberian vaksin untuk pencegahan penularan campak. (JawaPos.com)

SEMARANG – Sebanyak tiga titik di Jawa Tengah dinyatakan masih rawan sebagai tempat munculnya penyakit campak. Alasannya, di lokasi tersebut tingkat cakupan imunisasi anak pada tahun 2017 lalu belum memenuhi standar.

Kasi Surveillance dan Imunisasi, Subur Hadi Marhaento mengatakan, ketiga titik yang dimaksud adalah Desa Bonjor di Kecamatan Tretep, Temanggung. Serta Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, dan Kelurahan Blumbang, Kecamatan di Karanganyar.

“Desa itu cakupan imunisasinya kurang dari 80 persen. Kalau di bawah 80 persen itu kan pasti muncul campak,” ujarnya saat dijumpai di kantornya, Semarang, baru-baru ini.

Selain tingkat cakupan imunisasi rendah, adapun faktor lain mengapa ketiga daerah tadi bisa menjadi lokasi rawan munculnya campak. Antara lain, kumuhnya tempat tersebut, serta kualitas gizi yang rendah. “Otomatis yang cakupannya yang kurang, imunisasinya kita kuatkan,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Subur pun tak membantah jika penolakan saat pemberian imunisasi campak sempat terjadi, khususnya di daerah Karanganyar. Namun demikian, ia memastikan penolakan muncul dari pihak orang tua anak, bukan sekolah. Dan bahkan untuk se-Jateng, jumlahnya pun terbilang sedikit.

“Kecil kok, dari (keseluruhan) sasaran 625 ribuan, yang menolak jumlahnya hanya 962 orang,” bebernya. Di samping itu, ia juga mengungkap bahwa hingga bulan September 2018 ini, belum ditemukan lagi kasus penderita campak di Jateng atau bahkan rubela yang sedang ramai saat ini pun masih nihil.

Walau begitu, Subur kembali mengatakan bahwa imunisasi nantinya dapat benar-benar menjangkau seluruh masyarakat. Sesuai Permenkes, Pemerintah, menurutnya wajib memberikan imunisasi dasar lengkap pada setiap anak.

Imunisasi, tambahnya, juga merupakan hak dan untuk kepentingan anak. Selain itu juga menjadi upaya paling efektif untuk memutus rantai penyakit PD3I (penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi).

“Harapan kami secara birokrasi atau kelembagaan, masyarakat yang punya bayi sebelum satu tahun sudah mendapat imunisasi dasar lengkap. Kita juga sudah ada tatanan operasional teknis, semua bidan di Jateng, bila ada anak satu tahun ulang tahun pertama, diberikan kado, yakni sertifikat imunisasi dasar lengkap. Supaya campak, difteri itu bisa dicegah,” tandasnya. (jawapos)

Facebook Comments