Metro Pekalongan

Perlu Dibenahi, Disperinaker Bekali IKM Produsen Batik Pengolahan Limbah

Perlu Dibenahi, Disperinaker Bekali IKM Produsen Batik Pengolahan Limbah

BERI – Walikota Pekalongan H Saelany Mahfudz sedang memberikan pengarahan kepada para peserta sosialisasi sebelum mengikuti acara.
MALEKHA

KOTA PEKALONGAN – Kesadaran para produsen batik diperlukan untuk membenahi Kota Pekalongan. Pembuangan limbah batik membuat sungai di Kota Pekalongan semakin tercemar, tak hanya mengandalkan ipal dari Pemerintah Kota Pekalongan, tapi diperlukan solusi dan komitmen bersama untuk mengolah limbah.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Pekalongan mensosialisasikan pengembangan proses produksi bersih pada 30 pelaku industri kecil menengah (IKM) produsen batik di Gedung PKK, Jalan Bahagia Kota Pekalongan, Rabu (19/9). Kegiatan yang digelar dua hari sampai Kamis (20/9) ini untuk memberikan pengetahuan tentang pengolahan limbah batik.

Seusai membuka acara tersebut, Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE menekankan sosialisasi ini pada implementasi di lapangan. “Kami ingin menyadarkan kembali bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dapat berdampak ke masa berikutnya termasuk kepada anak cucu. Kota Pekalongan yang pesat dengan usaha batiknya tentu memiliki potensi limbah yang besar,” papar Saelany.

Disampaikan Saelany, dengan pelatihan ini semoga dapat meminimalisasi limbah batik dengan pengolahan yang tepat. Ipal sudah pemkot bangun, saat ini kesadaran dan tindakan untuk menangani limbah yang harus diperhatikan. “Kami harapkan implementasi yang harus ditekankan, mari bersama atasi limbah di Kota Pekalongan,” tukasnya.

Kepala Disperinaker Kota Pekalongan, Slamet Haryadi mengutarakan bahwa acara sosialisasi ini digelar selama dua hari mengundang dari 30 IKM produsen batik dan narasumber dari Balai kerajinan Yogyakarta sudah konsen dengan lingkungan dan dari Disperinaker Provinsi Jateng. “Industri batik di Kota Pekalongan merupakan prospek yang bagus, tetapi harus ada efisiensi-efisiensi produksi yang dilakukan agar dapat bersaing dengan baik,” ungkap Slamet.

Slamet menjelaskan bahwa potensi daerah lain untuk membuat batik juga ada, yang harus dilakukan oleh produsen batik di Kota Pekalongan ialah cara memproses secara baik dan bersih. “Pencemaran sungai ini harapannya dapat dimimimalkan melalui solusi dengan pengolahan limbah. Kemudian, Kota Pekalongan berada di daerah hilir, penanganan limbah ini harus sinergi dengan daerah Hulu yakni Kabupaten Pekalongan yang juga memiliki banyak produsen batik,” pungkasnya. (mal)

Penulis: Malekha

Facebook Comments